Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Menteri Amran: Jangan Wakili Lidah Rakyat Soal Impor Jeroan Daging

Wisnu Wage Rabu, 20/07/2016 14:12 WIB
Menteri Amran: Jangan Wakili Lidah Rakyat Soal Impor Jeroan Daging
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Antara

Bisnis.com,BANDUNG--Menteri Pertanian Amran Sulaiman membeberkan alasan kenapa pemerintah tetap akan melakukan impor jeroan sapi dari India.

Penegasan ini disampaikan Amran saat membuka Rakor Pertanian yang membahas Luas Tambah Tanah dan Produktivitas Padi di Aula Barat, Gedung Sate, Bandung, Rabu (20/7/2016).

Menurutnya sikap pemerintah ini sudah pasti mengundang suara setuju dan tidak setuju. Dia menilai suara yang memprotes sudah terdengar saat pihaknya melakukan impor daging beku menjelang lebaran lalu.

"Wajar protes, harga frozen itu kami beli Rp70.000/kg, sementara daging segar Rp140.000/kg, jauh dua kali lipat harganya," tuturnya.

Menurutnya rencana pihaknya selalu diprotes dengan alasan bahwa rakyat tidak menginginkan dan menolak rencana impor. Karena impor daging sapi beku selama ramadan pihaknya bisa menjual 9.000 ton. "Jangan wakili lidahnya masyarakat oleh mereka," ujarnya.

Amran mengatakan sebetulnya tidak ada masalah dengan daging beku. Karena selama ini masyarakat juga sudah terbiasa mengkonsumsinya terutama di hotel dan restoran. "Frozen itu dari Presiden sampai ibu-ibu rumah tangga juga mengkonsumsi," katanya.

Karena itu pihaknya tetap akan melakukan impor jeroan sapi karena dibutuhkan rakyat. Meski diprotes karena diduga mengandung penyakit, namun jeroan diperlukan. Sebagai konsumen terbesar, dia mengeluhkan Indonesia masih kalah murah dengan Malaysia.

"Nggak jelas memang yang senang dan tidak senang. Kami lakukan karena rakyat yang minta. Saya dibilang tidak konsisten, kami konsisten pada ideologi bukan kalimat. UU saja bisa diamandemen kalau rakyat minta," tuturnya.

Amran dihadapan para kepala dinas pertanian se-Jabar memastikan kebijakan yang dilakukan tidak akan mempermalukan pemerintah. Meski impor, pihaknya akan tetap mengendalikan keran karena tergantung pada permintaan masyarakat.

"Peternak Jabar, Jatim, Jateng kami jaga. Jabodetabek impornya kami isolasi karena sudah 90%," tegasnya.

Apps Bisnis.com available on: