Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 20 Juli 2018

Dedi Mulyadi Ingin Jembatan 'Mak Uwok' Jadi Destinasi Wisata

Wisnu Wage Minggu, 12/06/2016 15:11 WIB
Dedi Mulyadi Ingin Jembatan 'Mak Uwok' Jadi Destinasi Wisata

Bisnis.com,PURWAKARTA--Pembangunan jalan dan jembatan Cihambulu yang menelan dana APBD Purwakarta sekitar Rp11 Milyar tidak lantas membuat Jembatan 'Mak Uwok' ditinggalkan.

Jembatan 'Mak Uwok' sudah sejak lama jembatan ini menjadi penghubung antara Kampung Tanjung Garut Desa Cijunti Campaka Purwakarta dengan Desa Bale Bandung Jaya Kecamatan Pabuaran Subang.

Jembatan yang terbuat dari anyaman bambu, kayu dan kabel baja ini menjadi satu-satunya akses penyeberangan warga di kedua wilayah dan berfungsi sebagai jalur perekonomian antar wilayah dengan segela keterbatasannya.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mempertahankan keberadaan jembatan 'Mak Uwok' tersebut karena menghormati nilai sejarah sosok 'Mak Uwo' sebagai tokoh masyarakat desa setempat.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan memperkuat konstruksi bangunan jembatan tersebut agar semakin aman dilalui oleh masyarakat selain tentunya tetap berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Cihambulu.

"Akan kita percantik dan perbaiki untuk memenuhi standar keamanan penggunanya," katanya, Sabtu (11/6/2016).

Bupati yang akrab disapa Kang Dedi itu juga menuturkan nilai kegunaan jembatan 'Mak Uwo' dapat bertambah jika seluruh stakeholder mau menjaga kelestarian jembatan tersebut.

Dia berujar menjadikan jembatan 'Mak Uwo' sebagai salah satu tujuan wisata bagi warga Purwakarta dan sekitarnya bukanlah hal yang mustahil. "Letak jembatan ini sangat strategis, dapat diakses dari Purwakarta, Subang bahkan Karawang melalui Cikampek. Kami menilai ada potensi besar jembatan bersejarah ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat," paparnya.

Program jangka panjang untuk situs jembatan 'Mak Uwo' ini adalah membangun museum kecil 'Mak Uwo'. Dedi berharap museum tersebut menjadi sarana edukasi bagi para pelajar disamping sarana hiburan bagi masyarakat umum.

Kelak setelah museum tersebut selesai dibangun, Dedi mengaku segera menyiapkan petugas jaga yang berasal dari masyarakat setempat. Mereka akan digaji oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan standar gaji THL atau Tenaga Harian Lepas yakni sekitar Rp1,5 Juta per bulan.

"Rencana strategis ini akan segera kami laksanakan. Kami sediakan petugas yang kami gaji dari APBD Purwakarta," katanya.