Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

Polban Bandung Cetak Prestasi Di Kompetisi Pariwisata & Paduan Suara Mahasiswa

Agne Yasa Senin, 06/06/2016 17:42 WIB
Polban Bandung Cetak Prestasi di Kompetisi Pariwisata & Paduan Suara Mahasiswa
Paduan Suara Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung (PSM Polban) di bawah pimpinan Nugi Tri Satya dalam konser pra-kompetisi bertajuk Hariring Parahyangan di Pendopo Agung Polban pada Minggu (29/5)
Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Politeknik Negeri Bandung (Polban) ikut serta di dua gelaran penting yaitu 9th International Choir Festival Grand Prix Pattaya & Pariwisata Indonesia Competitions.

Paduan Suara Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung (PSM Polban) menjadi peserta yang berasal dari Indonesia pada kompetisi Grand Prix Thailand 2016, The 9th International Choir Festival di Pattaya.

Grand Prix Pattaya adalah festival dan kompetisi paduan suara yang diselenggarakan oleh Festa Musicale dan Bangkok Opera Foundation.

Festival ini telah diselenggarakan selama 8 tahun dan telah diikuti oleh hampir 100 peserta paduan suara dari berbagai negara di dunia.

Pada tahun 2016, Grand Prix Pattaya akan melangsungkan kegiatannya yang ke-9 di Ambassador City Jomtien Hotel Pattaya, Thailand.

Adapun kategori yang terdapat dalam kompetisi tersebut diantaranya Children’s Choirs, Boy’s Choirs, Mixed Youth Choirs, Mixed Adult Choirs, Folklore, Chamber Choirs, Spiritual, Gospel, Pop, Jazz, dan Non-Contesting Choirs.

Pembina Paduan Suara Polban Dewi Widaningsih mengatakan pada kompetisi yang akan digelar 20-24 Juli mendatang, PSM Polban akan berkompetisi dalam kategori Mixed Youth Choirs, Mixed Adult Choirs, dan Folklore.

Kelompok Paduan Suara yang terdiri dari 35 orang peserta di bawah pimpinan Nugi Tri Satya ini akan membawakan komposisi lagu dari berbagai zaman dan lagu-lagu daerah sebagai ajang melestarikan budaya indonesia untuk diperkenalkan ke dunia internasional.

Tahun lalu kata Dewi, kelompok paduan suara yang berdiri pada tahun 1991 ini meraih medali perak di kategori Mixed Youth Choir dan mendapatkan penghargaan Special Awards for Outstanding Performance pada kompetisi Penabur Choir Festival 2015 yang diselenggarakan oleh FESPAS PENABUR di BPK Penabur International di Jakarta Utara.

Sebelum bertanding di kancah internasional, PSM Polban menyelenggarakan konser pra-kompetisi yang bertajuk Hariring Parahyangan pada 29 Mei 2016 di Pendopo Agung Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga sebagai rangkaian dari kompetisi 9th International Choir Festival Grand Prix Pattaya.

Hariring Parahyangan adalah konser pra-kompetisi yang bermakna beriring-iringan mengenalkan kebudayaan bumi parahyangan di dunia Internasional, khususnya budaya Sunda dalam bidang paduan suara.

Konser pra kompetisi ini dilangsungkan sebagai bentuk persiapan baik dari segi mental dan materi tim PSM POLBAN dalam menghadapi kompetisi Grand Prix Pattaya 2016 mendatang.

Dalam konser ini, PSM Polban menyanyikan 13 lagu yang terbagi ke dalam 2 sesi. Konser pra-kompetisi dibuka dengan sesi klasik dimana paduan suara ini menyanyikan lagu yang akan dibawakan pada saat kompetisi mendatang.

Adapun dalam Sesi 1 PSM Polban membawakan lagu-lagu seperti Sicut Cervus dari Giovani da Palestrina dan Cantate Domino dari Josu Elberdin.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membawakan lagu-lagu dari berbagai daerah seperti Cing Cangkeling, Tokecang, Soleram, dan Badminton karya Eri Palamarta RAF dan Gege Gumilar.

Di sisi lain, Kepala Humas Polban Andi Kari, mengatakan bahwa prestasi mahasiswa-mahasiswa Polban tidak hanya di bidang akademik semata. Para mahasiswa Polban juga mampu berprestasi di bidang ekstra kurikuler lainnya seperti seni tarik suara yang nantinya akan mengikuti kompetisi tingkat internasional.

Baru-baru ini para mahasiswa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Polban juga telah sukses menyelenggarakan event Nasional di bidang Kepariwisataan dalam tajuk acara Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI).

Pembina kompetisi Any Ariani Noor, mengatakan setelah sukses mengusung pariwisata ekologi tahun lalu, kompetisi kali ini mengusung keragaman budaya Jawa sebagai tema dalam gelaran Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) ke-7.

Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Politeknik Negeri Bandung bekerjasama dengan Program Studi Manajemen Pemasaran dan Pariwisata MPP-UPI, Program Studi Perhotelan Telkom University, menggelar Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) ke-7 pada 12-13 Mei 2016 di Polban dan Tekom University.

Sebanyak 9 provinsi yang terdiri dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Bali, NTT, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan ikut serta dalam kompetisi ini.

Lebih lanjut, Any Ariani Noor mengatakan tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mengangkat budaya dan masyarakat lokal yang merupakan aset bangsa Indonesia yang selanjutnya akan dikenalkan ke dunia internasional.

KPI ke-7 bertajuk Chronicle Van Java. KPI 7 terdiri dari 16 jenis mata lomba yang mencakup 9 provinsi dengan jumlah peserta sejumlah 478 orang dan memperebutkan 50 tropi, serta 1 tropi bergilir dari Kementerian Pariwisata untuk juara umum.

Adapun 16 mata lomba tersebut yakni tour package, event proposal, guiding, sabre, Cerdas Cermat Pariwisata, travel writing, short movie, poster, photography, acoustic, tari tradisional, cipta karya kostum festival, tourism advertising video, tray on the road, table set up dan battle cooking.

Adapun penyelenggaraan KPI tahun ini diharapkan dapat memicu semangat mahasiswa untuk menunjukkan potensi, bakat, kreativitas dan minat dalam mengenal dan memperkenalkan budaya Indonesia secara internasional melalui sebuah ajang kompetisi bertaraf Nasional. (k5)

Apps Bisnis.com available on: