Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 23 Mei 2018

Resmi Jadi Tempat Wisata, Potensi Retribusi Tebing Karaton Bisa Capai Rp8 Miliar

Wisnu Wage Selasa, 03/05/2016 10:46 WIB
Resmi Jadi Tempat Wisata, Potensi Retribusi Tebing Karaton Bisa Capai Rp8 Miliar
Aher saat menikmati sejuknya Tebing Karaton
Istimewa

bisnis.com,BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan kawasan Tebing Karaton yang masuk kawasan Taman Hutan Raya Juanda di Kecamatan Cimenyan, Kab. Bandung menjadi destinasi wisata.

Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan dua tahun tempat wisata ini dikenal dan diberi nama Tebing Karaton. Gubernur pun menyambut baik atas adanya tempat wisata ini. Tebing Karaton yang merupakan pelengkap dari kawasan konservasi Tahura Ir. H. Djuanda.

Diharapkan kawasan ini akan tetap menjadi hutan konservasi tanpa berubah fungsi menjadi hutan produksi atau lainnya, namun tetap bisa memberikan manfaat lain seperti untuk pendidikan dan keuntungan ekonomi. Ke depannya, tempat ini bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus untuk education, research, sport, dan tourism.

“Kita ingin melengkapi dengan berbagai kelengkapan yang ada. Jadi hutan ini bisa menghasilkan banyak hal, seperti nuansa pendidikan, menghasilkan ekonomi atau retribusi, bisa menjadi tempat riset juga, atau tempat persemaian bunga-bungaan atau berbagai jenis tanaman yang ada, bunga anggrek atau penghasil madu. Jadi bisa menghasilkan berbagai banyak hal selain kayu,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Selasa (2/5/2016).

Tebing Karaton merupakan tempat pariwisata berbasis pemandangan alam dan kehutanan. Ada dua hal ditawarkan tempat wisata yang satu ini, yakni sebuah tempat atau spot untuk melihat panorama alam sekitar cekungan Bandung dari atas bukit Tebing Karaton. Yang kedua, yakni kawasan hutan konservasi lengkap dengan burung-burung liar penghuni hutan.

Tebing Karaton Tahura Ir. H. Djuanda juga diresmikan sebagai tempat pengamatan burung raptor migran dunia. Karena kawasan ini sering juga dihinggapi oleh burung-burung dunia ketika melintas untuk bermigrasi antar-benua, yang biasanya terjadi pada bulan September.

Awalnya Tebing Keraton adalan kawasan perbukitan yang bernama Bukit Jontor. Namun, salah satu warga bernama Asep mengusulkan Tebing Karaton (dalam
Bahasa Indonesia berarti Keraton) untuk menjadi kawasan wisata. Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, tempat ini dinamani Tebing Karaton karena dulu kawasan tersebut merupakan kerajaan gaib. Namun, ada juga yang mengartikan Tebing Karaton sebagai kemegahan alam lengkap dengan panoramanya yang indah dipandang mata.

Disinggung soal retribusi, Gubernur Aher  mengaku, tahun-tahun sebelumnya retribusi yang dihasilkan dari kawasan Tahura rata-rata hanya Rp3 miliar per tahun. Tahun 2016 ini, kawasan itu sudah menghasilkan retribusi sebesar Rp1,9 miliar.

“Bisa dibayangkan, tahun-tahun sebelumnya pendapatannya hanya sebesar Rp 3 miliar per tahun. Sekarang baru berjalan tiga bulan sudah menghasilkan Rp1,9 miliar. Artinya, tahun ini kawasan Tahura memiliki potensi retribusi sekitar Rp  8 miliar,” tuturnya.

Apps Bisnis.com available on: