Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 12 Desember 2017

Korut Perintahkan Militernya Siap Gunakan Senjata Nuklir

Newswire Jum'at, 04/03/2016 11:09 WIB
Korut Perintahkan Militernya Siap Gunakan Senjata Nuklir
(reuters)

Bisnis.com, JAKARTA—Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan militernya untuk siap menggunakan senjata nuklir kapan saja dan siaga dalam menghadapi ancaman musuh.
 
Kantor berita Korea Utara (Korut), KCNA, menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat (4/3/2016). Pernyataan ini menunjukkan tingginya tingkat ketegangan di Semenanjung Korea setelah Dewan Keamanan (DK) PBB memberlakukan sanksi baru yang lebih ketat terhadap negara itu terkait program pengembangan nuklirnya.
 
Kim memberikan pernyataan itu ketika meninjau latihan militer yang melibatkan peluncur roket jenis baru. Meski tidak menyebutkan dengan jelas kapan latihan tersebut digelar, tapi KCNA menyatakan senjata itu dapat menjangkau Korea Selatan (Korsel).
 
Kim juga disebut mengatakan bahwa sekarang adalah saatnya untuk mengubah taktik militer Korut dalam menghadapi musuh menjadi siap menyerang dalam berbagai aspek. Dia juga mengkritisi Presiden Korsel Park Geun Hye dan menudingnya bersekongkol dengan AS. 
 
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Korsel mengumumkan bahwa Korut telah menembakkan sejumlah proyektil ke laut sejauh 150 kilometer setelah DK PBB meloloskan resolusi baru pada Kamis (3/3/2016). Sanksi tersebut, yang disusun oleh AS dan China, dijatuhkan menyusul uji coba nuklir yang dilakukan Korut pada Januari 2016 dan peluncuran satelit pada bulan lalu. 
 
Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel menegaskan komentar Kim tidak membantu dan kemungkinan ditujukan bagi warganya untuk mendorong moral Korut dalam menghadapi sanksi PBB. 
 
Terkait hal ini, militer Korsel dan AS juga akan melakukan pembicaraan resmi hari ini mengenai peluncuran sistem anti-misil bernama Terminal High Altitude Area Defence (THAAD). Meski China dan Rusia menentang penggunaan sistem ini karena radarnya dapat mempenetrasi wilayah kedua negara tetangga Korut, Korsel dan AS tetap bersikukuh hal ini dibutuhkan untuk menghadapi ancaman misil Korut.

Apps Bisnis.com available on: