Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 18 Desember 2017

Kemenperin Kaji Insentif Pengembangan Mobil Listrik

Newswire Jum'at, 26/02/2016 14:20 WIB
Kemenperin Kaji Insentif Pengembangan Mobil Listrik
Ilustrasi (jibiphoto)

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian tengah mengkaji insentif bagi pengembangan mobil listrik di Indonesia.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan menuturkan saat ini harga mobil listrik masih mahal sehingga pengembangannya memerlukan insentif khusus. “Insentif mobil listrik belum ditetapkan, sedang dikaji. Mobil listrik bisa menggunakan insentif yang ada saat ini,” katanya, Jumat (26/2/2016).
 
Teknologi yang perlu dikembangkan untuk memproduksi mobil listrik antara lain stasiun pengisian (charging station), baterai, dan motor listrik. 
 
Putu menambahkan Indonesia dipandang berpeluang mengembangkan dan memasarkan mobil listrik mengingat pasar otomotif di dalam negeri sangat besar. Hingga saat ini, populasi mobil listrik di dunia berjumlah sekitar 4 juta unit dan diperkirakan mencapai 10 juta unit pada 2020.
 
Dia melanjutkan agar industri otomotif dalam negeri dapat terus berdaya saing, maka pengembangannya mesti sinergis dengan tuntutan pasar. “Mobil listrik ini menjadi target market untuk pengembangan industri otomotif kita ke depan. Kalau tidak diantisipasi perkembangan teknologi ini, hanya menjadikan kita sebagai pengguna,” tukas Putu.
 
Teknologi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan mengarah kepada advance diesel/petrol engine, bahan bakar alternatif (biofuel), bahan bakar gas (CNG atau LGV), kendaraan listrik, hybrid, dual fuel (gasoline-gas), dan fuelcell (hidrogen).
 
Demi mendorong perkembangan teknologi tersebut, dibutuhkan dukungan dari berbagai instansi terkait untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan penetapan regulasi.

Apps Bisnis.com available on: