Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 18 Juli 2018

Sekolah Pariwisata Di Lingkungan Kemenpar Gelar Seleksi Bersama

Agne Yasa Senin, 15/02/2016 16:51 WIB
Sekolah Pariwisata di Lingkungan Kemenpar Gelar Seleksi Bersama
Dosen dan Mahasiswa STP Bandung di Lab. dapur ketika acara Chef Table
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Mulai tahun ajaran 2016/2017 Kementerian Pariwisata melakukan suatu langkah strategis dengan melaksanakan dua jalur penerimaan mahasiswa yaitu seleksi bersama dan jalur mandiri. Hal ini disampaikan pihak Kementerian Pariwisata dan penyelenggara di Kampus STPB, Setiabudi pada Senin (15/2/2016).

Jalur pertama adalah penerimaan mahasiswa bersama empat perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Akademi Pariwisata (Akpar) Medan yang disebut Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Pariwisata (SBM STAPP).

Ketua Pelaksana SBM STAPP yang juga Ketua STP Bandung, Anang Sutono mengatakan seleksi ini merupakan instruksi dari Menpar.

"Mulai tahun ajaran 2016/2017, sistem perekrutan di empat perguruan tinggi pariwisata diintegrasikan," ujar Anang.

Anang mengatakan sistem seleksi yang dibuat dengan bantuan Telkom ini merupakan salah satu upaya membangun daya saing global.

"Oleh karena itu Kementerian Pariwisata mengintegrasikan agar standar kebutuhan global terpenuhi dan dimulai dari standar seleksi masuk sebelum proses pendidikan," ujarnya.

Selain itu tujuan dari seleksi nasional ini adalah untuk memberikan akses yang lebih memudahkan dan kesempatan yang lebih besar bagi lulusan sekolah menengah atas yaitu SMA/SMK/MA/MAK di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas dan berstandar global di empat perguruan tinggi milik Kemenpar tersebut.

Model seleksi bersama ini diyakini membuka peluang yang lebih besar untuk mendapatkan calon mahasiswa terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Contohnya ada mahasiswa dari Medan mau mendaftar ke Bandung sebagai pilihan satu dan pilihan keduanya di Bali. Tidak harus ke Bandung atau ke Bali, cukup proses seleksinya di Medan," jelas Anang.

Selain itu, dengan menggunakan model seleksi berbasis teknologi, diharapkan proses seleksi dapat berjalan secara adil, transparan dan akuntabel.

Anang menambahkan pihaknya memiliki target akan ada 10ribu pendaftar melalui seleksi bersama ini

"Mengenai potensi yang akan diterima, ada sekitar 2500 untuk full capacity di empat kota utama pendidikan, di Bandung akan terima 780 atau dibulatkan yaitu 800. Bali 750 atau sekitar 800. Medan 420, Makassar 450 dan dibagi 25 persen untuk jalur mandiri," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Asisten Deputi Pengembangan SDM Kemenpar, Wisnu Bawa Tarunajaya dan perwakilan dari perguruan tinggi di lingkungan Kemenpar.

Asisten Deputi Pengembangan SDM Kemenpar, Wisnu Bawa Tarunajaya menghimbau agar perguruan tinggi dapat meningkatkan standar kompetensi sdm agar memiliki daya saing di Asia dan global.

Seluruh informasi dan prosedur pendaftaran dan seleksi masuk dapat dilihat di website http://sbmstapp.kemenpar.go.id. (k5)