Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 18 Juli 2018

Sekolah Tinggi Pariwisata Agar Tingkatkan Kualitas Lulusan

Agne Yasa Senin, 15/02/2016 19:20 WIB
Sekolah Tinggi Pariwisata Agar Tingkatkan Kualitas Lulusan
Konferensi Pers Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Pariwisata (SBM STAPP) di Bandung Senin (15/2)
Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Pada 2016 ini, selain industri, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga berencana menyasar perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (sdm) pariwisata di Indonesia dalam rangka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Asisten Deputi Pengembangan SDM Kemenpar, Wisnu Bawa Tarunajaya mengungkapkan hal ini dilakukan dengan cara mengumpulkan beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk difasilitasi terkait uji kompetensi.

"Baik itu asesor kompetensi atau uji kompetensi, sistem kurikulum atau lainnya. Harapannya, sekolah-sekokah terutama yang swasta bisa mandiri meneruskannya. Saya optimis bisa," jelasnya.

Adapun saat ini terdapat sekitar 107 perguruan tinggi swasta di bidang pariwisata yang sudah terakreditasi dengan akreditas beragam.

"Dengan kurikulum berbasis kompetensi atau KBK di sekolah atau perguruan tinggi negeri, sudah ada standar kualitas dan menjadi contoh untuk sekolah perguruan tinggi swasta sehingga akan menghasilkan lulusan yang bagus," ujarnya.

Wisnu menambahkan nantinya juga akan ada lembaga sertifikasi untuk menjaga kualitas dan standar. Kemenpar juga menghimbau agar sekolah dan perguruan tinggi di bidang pariwisata terus mencoba meningkatkan standar kelulusan agar berbasis Asia.

"Karena MEA, 10 negara sudah menandatangani kerjasama untuk terlibat dalam sistem yang sudah bersertifikat dimana pendaftar untuk bekerja di salah satu negara tersebut harus mendaftar ke sistem tersebut agar terkualifikasi. Maka sistem kurikulum yang dimiliki juga harus berbasia Asia," ujarnya.

Sebagai salah satu upaya meningkatkan sdm pariwisata, Kemenpar melakukan penerimaan mahasiswa bersama empat perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Akademi Pariwisata (Akpar) Medan yang disebut Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Pariwisata (SBM STAPP).

Ketua Pelaksana SBM STAPP sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Anang Sutono mengatakan saat ini pemerintah juga sedang gencar membuat destinasi agar ekonomi bangkit.

Menurutnya, hal ini memungkinkan sdm yang berasal dari perguruan tinggi periwisata ini langsung terserap karena sudah memiliki standar yang baik.

Selain itu, Anang mengatakan dengan memiliki target wisatawan mancanegara (wisman) 20 juta dan wisatawan nusantara (wisnus) atau lokal yaitu 270 juta maka lembaga pendidikan pariwisata harus memiliki kualitas yang mumpuni dalam kaitan global.

"Kami confident artinya mau MEA atau apa, karena keempat perguruan tinggi di lingkungan Kemenpar ini lahir dari suatu keadaan yang betul-betul mempertahankan budaya mutu, mutu itu di proses kekuatannya," ujarnya.

Anang mengungkapkan setiap tahun setidaknya dihasilkan sekitar 1700 lulusan dari keempat perguruan tinggi di lingkungan Kemenpar dan langsung terserap.

Anang mengatakan pihaknya memiliki data dari International Tourism and Hospitality Grand Recruitment. Jika dibandingkan kebutuhan dan ketersediaan ada jarak yang cukup besar.

"Job oportunity tahun lalu 12.115 di semua level sedangkan yang daftar untuk mendaftar saja kurang dari 4ribu, ada gap yang luar biasa.Apalagi sudah berbicara MEA, artinya job oportunity pasti semakin besar, tantangan semakin besar.Sekarang tinggal kita memperkuat dari sisi budaya," jelasnya. (k5)