Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 19 Agustus 2018

Potensi Nasabah Wealth Management Di Bandung Besar

Annisa Margrit Kamis, 11/02/2016 18:46 WIB
Potensi Nasabah Wealth Management di Bandung Besar

Bisnis.com, BANDUNG—Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Bandung disebut memiliki potensi nasabah wealth management yang besar. 
 
Executive Director and Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia Bambang Simon Simarno mengatakan jumlah kelas menengah di ibukota Jawa Barat itu cukup banyak. Hal ini membuat Bandung menjadi salah satu kota utama bagi bank asing itu bersama Jakarta, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya, termasuk untuk divisi wealth management
 
“Di kota-kota besar ini jumlah penduduk kelas menengahnya di atas 45 juta orang. Kalau itu 10%-nya bisa dialihkan untuk produk wealth management akan besar sekali,” tuturnya, di sela-sela sosialisasi Seminar Wealth on Wealth di Bandung, Kamis (11/2).
 
Bambang melanjutkan Kota Kembang juga memiliki banyak wirausahawan. Namun, masyarakat Bandung dinilai belum memiliki pengetahuan yang luas mengenai investasi yang baik dan aman. 
 
Oleh karena itu, seminar ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada nasabah di tengah perubahan situasi ekonomi. Head of Retail Banking Standard Chartered Bank Indonesia Lanny Hendra menerangkan beberapa tantangan ekonomi masih akan terjadi tahun ini seiring siklus ekonomi AS yang berdampak pada negara-negara berkembang. 
 
“Namun, kami optimis situasi ekonomi ini akan membaik. Untuk itu, kami mengajak para nasabah agar beradaptasi terhadap perubahan lansekap yang sedang terjadi dengan melakukan diversifikasi terhadap portfolio investasi mereka,” tukasnya. 
 
Standard Chartered berniat merilis setidaknya sepuluh produk wealth management baru sepanjang 2016. Produk-produk tersebut terdiri dari reksa dana, asuransi, dan obligasi. 
 
Bank asing ini juga telah menjalin kerja sama dengan PT Prudential Life Assurance untuk menawarkan 12 produk baru. Saat ini, Standard Chartered sendiri sudah memiliki sekitar 50 produk reksa dana dan 20 produk asuransi.