Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 18 Desember 2017

PT DI Kembali Kirim Komponen Helikopter Ke Prancis

Annisa Margrit Jum'at, 05/02/2016 18:10 WIB
PT DI Kembali Kirim Komponen Helikopter Ke Prancis
ilustrasi
antara

Bisnis.com, BANDUNG—PT Dirgantara Indonesia (Persero) kembali mengirimkan komponen helikopter militer H225/H225M ke Airbus Helicopter di Prancis. 

Kali ini, perusahaan pelat merah itu mengirimkan fuselage alias badan helikopter, di mana bagian atas dan bagian bawahnya sudah terintegrasi. Sebelumnya, perseroan telah menyerahkan 45 unit tailboom (ekor), sepuluh unit bagian atas badan helikopter, dan empat unit fuselage
 
Pengiriman ini adalah bagian dari kontrak antara PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan Airbus Helicopter, yang nilainya US$45 juta dan akan berakhir pada 2025. Dalam kontrak itu, perseroan akan memasok 125 fuselage dan 125 tailboom dalam jangka waktu 10 tahun-16 tahun. 
 
Manager Program MK II Airbus Helicopter PT DI Yulianto Soekarno menyatakan hal ini menunjukkan perusahaan bukan hanya mampu merakit tapi membuat helikopter tersebut dari raw material hingga barang jadi. “Dari fasilitas produksi kami, ada komponen dari sheet metal dan machining. Kedua komponen itu masuk untuk dirakit menjadi fuselage dan tailboom sebelum masuk proses pengepakan,” terangnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (5/2/2016).
 
PT DI mengklaim fuselage terintegrasi dapat dikerjakan dalam waktu enam minggu. Sehingga, dalam 1,5 bulan perusahaan mampu mengirim satu badan helikopter yang sudah terintegrasi ke Prancis.
 
Helikopter H225/H225M, yang sebelumnya dikenal sebagai EC225/EC725, merupakan helikopter generasi baru dari seri NAS332 Super Puma. Adapun proses pengiriman memakan waktu lima minggu menggunakan kapal laut.
 
Direktur Produksi PT DI Arie Wibowo menuturkan perseroan adalah salah satu dari beberapa pemasok komponen seri helikopter tersebut. Pemasok lainnya antara lain berasal dari Spanyol dan kawasan Timur Tengah.
 
“PT DI adalah salah satu pemasok industri raksasa di dunia, seperti Airbus Commercial, Airbus Defence & Space, dan Airbus Helicopter,” ujarnya.
 
Pengerjaan komponen helikopter ini dilakukan oleh 220 orang karyawan PT DI. Airbus pun telah menempatkan personilnya di Bandung sejak program pengembangan itu dimulai.

Apps Bisnis.com available on: