Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 14 Desember 2017

Ini Kata Menkominfo Soal Pemblokiran Netflix

Agne Yasa Selasa, 02/02/2016 19:30 WIB
Ini Kata Menkominfo Soal Pemblokiran Netflix
Ilustrasi Netflix
Reuters

Bisnis.com, BANDUNG - Layanan penyedia streaming film, Netflix, beberapa waktu lalu telah diblokir salah satu operator di Indonesia. Menanggapi hal tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan hal tersebut karena belum adanya aturan yang mewadahi secara langsung.

"Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) asing harus dalam Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang artinya bayar pajak. Netflix termasuk PSE yang berarti harus mengikuti kebijakan yang ada di Indonesia," ujar Rudiantara di Bandung pada Selasa (2/2/2016).

Selain itu, Rudiantara juga menyoroti terkait kebijakan manajemen konten di Netflix ini. Untuk konten siaran misalnya ada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dari KPI.

Adapun konten yang berkaitan dengan pornografi sudah ada UU Pornografi dan UU Perlindungan Anak. Untuk radikalisme, dapat digunakan UU Terorisme sedangkan untuk film ada Lembaga Sensor Film.

"Dalam kasus Netflix ini, mekanisme sensor belum bisa mewadahi kecepatan perkembangan teknologi. Hal ini juga sudah saya diskusikan dengan Kemendikbud Anies Baswedan. Dikhawatirkannya ada konten yang tidak sesuai seperti pornografi atau child abuse," jelasnya.

Rudiantara menambahkan seringkali teknologi hadir sebelum ada regulasi yang mengaturnya. Namun hal ini bukan berarti melarang teknologi tersebut.

"Jika regulasi atau undang-undang tidak bisa atau belum ada, maka pemerintah harus menyiasatinya apalagi jika teknologi tersebut memberijan manfaat pada masyarakat maka harus dicari jalan keluarnya," ujarnya.

Rudiantara menambahkan terkait dengan pemblokiran situs hingga saat ini sudah ada sekitar 800ribu situs yang diblokir atau blacklist, seperti situs judi.

Ke depannya ia berharap tidak akan hanya bergerak melalui hilir dengan melakukan blacklist situs tapi lebih banyak bergerak ke hulu  dengan mencari situs bagus untuk masuk terutama ke sekolah.

"Saya berharap lebih banyak situs yang whitelist dibandingkan blacklist," ujarnya. (K5)

Apps Bisnis.com available on: