Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 24 Oktober 2017

Wakil Wali Kota Bandung: Pejabat Baru Harus Berlari

Adi Ginanjar Maulana Sabtu, 16/01/2016 05:30 WIB
Wakil Wali Kota Bandung: Pejabat Baru Harus Berlari
Ilustrasi
bisnis/jabar.com

Bisnis.com, BANDUNG--Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menandatangani serah terima jabatan pejabat eselon tingkat II Sekretariat Daerah Kota Bandung dan BKD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. 

Serah terima jabatan dilaksanakan di Auditorium, Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana No 2, Jumat (15/1) petang.

Meivy Adnan Krisnan, menyerahkan jabatan Kepala Asisten Pemerintah Kota Bandung kepada Priana Wirasaputra yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Pelayanan Pajak.  

Dandan Riza Wardana sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bandung menyerahkan jabatannya kepada Evi S Shaleha yang semula menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Evi S Shaleha dari jabataran Kepala Badan Kepegawaian Daerah menyerahkan kepemimpinannya kepada Gunadi Sukma Binekas yang sebelumnya menjabat Staff Ahli Walikota Bandung Bidang Perekonomian Keuangan.

Menurut Oded M Danial, pelaksanaan rotasi dan mutasi ini semata-mata hanya dilakukan sebagai upaya penyegaran. 

Selain itu juga dia berujar bahwa UUD ASN telah mengatur jika pejabat tidak boleh lebih menjabat dari lima hingga enam tahun.            

“Rotasi ini dalam rangka penyegaran, selain itu juga UUD ASN mengatur sebaiknya paling tepat adalah tidak lebih menjabat dari lima sampai enam tahun. Kita akan upayakan itu,” ujarnya.

Dari serah terima jabatan di BKD ke Asisten III ini, Oded berharap pejabat di tingkat eselon II bisa mampu unutk meningkatkan kinerja sesuai dengan target.            

Dengan Adannya  UUD ASN itu juga, dirinya dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan terus berupaya untuk taat aturan. Peraturan itu juga merupakan salah satu isyaratkan yang dilakukan oleh Kemenpan RB.

Dia juga menambahkan walaupun banyaknya pejabat yang berkompeten dan mampu menjabat untuk beberepa tahun ke depan, dirinya tetap akan merotasi.  Selain menaati UUD ASN, hal itu dilakukan agar tidak ada kenejuhan dalam sebuah poisis pemerintahan.        

“Saya berkeyakinan bahwa dengan aturan itu diharapkan tidak ada kejenuhan. Kalau terlalu lama di satu posisi bisa bahaya juga. Saya meyakini aturan ini dianalisis secara khusus,” ungkapnya.

Setelah serah terima jabatan, dirinya dengan Ridwan Kamil akan terus memantu kinerja dari pimpinan baru tersebut. Dirinya berharap agar kinerja dapat ditingkatkan.            

“Eselon II itu ibarat komadannya di SKPD. Jangan terlalu lama supaya tidak ada kejenuhan. Saya dengan Pak Wali akan terus memantau kinerjanya setiap saat,” tandasnya.

Apps Bisnis.com available on: