Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 14 Desember 2017

Indonesia Harus Miliki 1.000 Technopreneur Di 2020

Agne Yasa Jum'at, 08/01/2016 15:26 WIB
Indonesia Harus Miliki 1.000 Technopreneur di 2020
Menkominfo Rudiantara berfoto bersama dengan Tim LPIK ITB di Bandung pada Jumat (8/1)
Bisnis/Agne

Bisnis.com, BANDUNG - Untuk mendorong ekonomi digital (economy digital) yang diproyeksikan nilainya mencapai US$130 miliar pada 2020, Indonesia perlu menumbuhkan entrepreneur atau startup berbasis teknologi (technopreneur).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan terkait hal tersebut, Indonesia harus memiliki sekitar 200 technopreneurs setiap tahun atau sekitar 1.000 technopreneur sampai 2020.

Adapun tahapan menuju Seribu Startup yang dirilis Kemenkominfo yaitu Talks, Workshop, Hackathon, Bootcamp dan Incubator atau Accelerator.

"Untuk menghasilkan 200 technopreneur per tahun itu prosesnya panjang dan harus dilakukan, antara lain harus ada 8 ribu talks, 2 ribu hackathon. Kemudian harus kirim ke Bootcamp 1.000 orang," ujar Rudiantara di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB) pada Jumat (8/1/2016).

Selain itu, menurutnya harus ada pendidikan dan pelatihan terstruktur dan tersistematis. Adapun technopreneur ini jangan hanya sekadar hobi meskipun ada yang berawal dari hobi dapat berhasil.

"Tapi tidak hanya dari sisi hobi itu, bagaimana dari sisi legal, paten, melakukan kajian, adjustment, riset kemudian pasarnya," ujarnya.

Rudiantara mengungkapkan untuk mewujudkan 200 technopreneur setiap tahun diperlukan biaya miliaran.

"Ujungnya adalah 200 technopreneur setiap tahun dan ini perlu biaya setidaknya setahunnya, mungkin sekitar Rp80 sampai dengan Rp100 miliar," ujarnya.

Rudiantara mengungkapkan nantinya semua stakeholder termasuk pemerintah akan menyiapkan program ini bersama-sama.

"Untuk sumber dana bisa dari mana saja, seperti pemerintah, sponsor dan pihak yang merasa mendapat keuntungan (benefit) dari proses technopreneur ini," ungkapnya.

Rudiantara mengungkapkan salah satunya Google, yang tertarik untuk mengajak beberapa technopreneur untuk bootcamp atau belajar di Amerika Serikat.

Adapun terkait sumber daya manusia (SDM) untuk technopreneur ini, Rudiantara mengungkapkan akan berasal dari seluruh Indonesia.

"Siapa saja, hanya memang secara empiris di negara-negara manapun terutama di Silicon Valley, tumbuhnya di perguruan tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan dalam mewujudkan hal ini, pemerintah melalui Kementerian Kominfo akan mendorong dari sisi kebijakan dan pendanaan melalui APBD.

"Di 2016, Insya Allah akan tercapai 200 technopreneurs ini," ujarnya. (k5)

Apps Bisnis.com available on: