Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 18 Oktober 2017

PROYEKSI EKONOMI JABAR 2016

Membuka Sumbat, Mengakselerasi Pembangunan Infrastruktur

Iwa Karniwa Senin, 21/12/2015 19:59 WIB
Membuka Sumbat, Mengakselerasi Pembangunan Infrastruktur

Sebelum Tol Cikopo-Palimanan  (Cipali) membuka kebuntuan arus lalu lintas di Pantai Utara Jawa Barat. Sebelum Waduk Jatigede, Sumedang mulai digenangi, kita hanya bisa meraba-raba saat menuntaskan proyek-proyek infrastruktur di Jawa Barat karena menghadapi persoalan pembebasan lahan yang berlarut-larut, aturan yang berubah-ubah hingga masyarakat yang mulai kehilangan harapan.n
 

Dua proyek ini selesai setelah bertahun-tahun, bahkan Jatigede mencapai 52 tahun baru bisa tuntas pada era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Manfaatnya untuk rakyat akan makin terasa nanti, Jatigede membuat 90.000 hektar lahan pertanian di Indramayu, Majalengka dan Sumedang terdongkrak kapasitas produksinya. Kawasan Cirebon Raya yang dibuka aksesnya oleh tol Cipali mulai mendongrak pertumbuhan ekonomi .

 

Meski ada perlambatan ekonomi yang mempengaruhi pada laju investasi dan konsumsi masyarakat, tahun 2015 memberikan pelajaran sangat penting bagi percepatan pembangunan dan penuntasan proyek-proyek infrastruktur nasional di Jawa Barat atau proyek yang diinisiasi oleh Pemprov Jabar.  Mulai dari tol, pengelolaan sampah, waduk hingga bandara internasional.

 

Belajar dari kesuksesan dua proyek di atas, sejak pertengahan tahun ini kami di Pemprov Jabar mulai mendata, mengurai, dan berupaya memecahkan permasalahan persoalan-persoalan yang menghambat proses pembangunan infrastruktur. Terutama jalan tol yang menjadi skala prioritas agar pada 2016 proses pembangunannya sudah terasa lebih terakselerasi dibanding sebelumnya.

 

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jabar kini secara bertahap tengah menyelesaikan proses pembangunan 14 jalan bebas hambatan atau Tol yang dibangun di Jawa Barat. Persiapan pembangunan mulai dari pembebasan lahan sudah dilakukan sejak tahun 2009 lalu dengan target paling lama penyelesaian fisik pada tahun 2023 mendatang. 

 

14 jalan tol non dan Trans Jawa yang ada di Jawa Barat diantaranya seperti Cikopo-Palimanan (Cipali), Bogor Ring Road, dan Antasari-Depok sudah tuntas dan progresnya termasuk cepat. Sisanya, ada yang masih bersifat rencana atau tengah dalam proses pembangunan bahkan mangkrak.

 

Pemprov Jabar harus membantu program pemerintah pusat sesuai arahan Presiden dan Menteri PU Pera unruk mempercepat setidaknya 4 pembangunan jalan tol terutama Cileunyi-Sumedang-Dawuan/Kertajati (Cisumdawu), Soreang-Pasirkoja (Soroja), Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR), dan Ciawi-Sukabumi. Kami membantu memecahkan kesulitan-kesulitan di lapangan.

 

Dari rapat maraton dengan berbagai pihak dan kunjungan langsung ke lapangan ada perkembangan menggembirakan yang bisa didapat. Menggembirakan karena masalah atau bottlenecking yang selama ini menghambat ditemukan, lalu sejumlah langkah solutif sudah dijalankan. Berikut kami urai:

 

Tol Cisumdawu

 

Dengan panjang 60.1 kilometer, jalan tol ini sudah direncanakan dan berjalan sejak 2010 lalu. memiliki VI seksi, proyek ini langsung melompat ke Seksi II Cikalong-Sumedang yang pembebasan lahannya oleh pusat dan dibangun kontraktor dari China. Sementara seksi I mandek karena macetnya urusan pembebasan lahan. Di sisi lain seksi III-VI yang pembebasannya dilakukan BUMD PT Jasa Sarana terbentur aturan pembebasan lahan dan alotnya pembahasan bersama warga.

 

Padahal jika tol ini terwujud maka rencana pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka akan makin sempurna. Pergeseran pendulum ekonomi tidak akan lagi berpusat di wilayah Bandung Raya. Masyarakat tidak akan lagi mengeluh soal terbuangnya waktu di jalan, dimana dari Bandung-Cirebon bisa menempuh waktu 7 jam lebih jika memilih melewati jalur normal.

 

Harapan dan upaya mempercepat pembangunan mulai terbit sejak Kementerian PU Pera lewat BPJT menggelar tender investasi untuk Seksi II tahap II Cisumdawu. Langkah ini kami tindaklanjuti dengan percepatan di sisi pembebasan lahan yang ternyata terdapat sejumlah persoalan terkait tanah kas desa, wakaf dan sejumlah titik yang butuh negoisasi.

 

Kami membentuk tim khusus yang berisi Biro Administrasi Pembangunan dan Biro Pemerintahan Umum Setda Jabar bersama Panitia Pembebasan Tanah (P2T)  Sumedang untuk memproses seluruh masalah administrasi pertahanan dan membahas persoalan kas desa. Dalam satu pekan, tim berhasil menemukan data lahan yang sejak 2010 lalu tercecer.

 

Data ini penting, misalnya tanah wakaf, karena kami segera langsung mendorong pengajuan tanah itu pada Kementerian Agama. Kita ketahui bersama proses pemindahan tanah wakaf tidak mudah karena harus mengantongi rekomendasi dari Kemenag. 

 

Selain dengan Kabupaten Sumedang, kami melakukan pembicaraan dengan PLN Distribusi Jabar-Banten yang jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTET) beririsan dengan fisik jalan tol. Pihak PLN sendiri menyanggupi singkronisasi agar keberadaan SUTET akan disesuaikan dengan desain tol.

 

Secara bertahap kami terus membantu proses pembebasan lahan, karena jika langkah percepatan untuk seksi II ini bisa sesuai rencana dan tepat waktu, maka target 2017 tol ini rampung bisa diraih.


Tol Soroja

 

Masih teringat harapan Menteri PU Pera  Basuki Hadimoeljono dalam peresmian tol sepanjang  8,15 Km ini di Kawasan Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, awal September lalu.Menteri Basuki meminta agar pembangunan proyek Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) bisa selesai tepat waktu dari target awal yakni Agustus 2016 mendatang atau satu bulan sebelum pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 digelar.

 

Soroja yang sempat mangkrak, terkesan dibebani waktu yang sangat singkat agar tol yang akan menghubungkan Kabupaten dan Kota Bandung ini selesai 2016 mendatang. Namun proyek ini termasuk sangat progresif karena sisa lahan yang belum terbebaskan hingga akhir Oktober hanya 5%.


Pemprov Jabar sendiri menargetkan seluruh lahan yang dibutuhkan proyek Tol Soroja bebas penuh pada akhir November ini.  kami yakin pada target ini dimana indikatornya proses pembangunan di lapangan terus berjalan, pematangan dilakukan secara masif.

 

Penuntasan pembebasan lahan akan dikebut  terutama pembebasan tanah kas desa dan wakaf. Dari kebutuhan total lahan yang mencapai 1,169 juta meter persegi saat ini sudah dibebaskan 1,09 juta meter persegi atau 93,19%. Sampai akhir Oktober masih ada 157 bidang atau 79.700 meter persegi yang perlu segera dibebaskan. 

 

Seperti halnya Cisumdawu, keseriusan seluruh pihak dari mulai pusat, provinsi, hingga pemerintah kabupaten, kontraktor serta warga begitu kuat di Soroja. Kami mewanti-wanti agar tidak ada pihak atau oknum yang menggangu atau menghambat proses pembangunan jalan tol ini.

 

Tol Soroja akan memberi dampak sangat luas pada perekonomian di Kabupaten Bandung seperti arus barang dan orang yang bisa lebih cepat. Dampak tol pada pengembangan kawasan juga sangat terbuka. Hasil tani dari Kabupaten ke Kota Bandung lebih cepat disalurkan. Akan ada efek ganda yang bisa mensejahterakan.

 

BIUTR

 

Pemprov Jabar sudah memiliki rencana melanjutkan proses pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR). Rencana ini seiring dengan sudah mulai dibangunnya interchange di KM 149 Gedebage Tol Cileunyi. 

Untuk tahap pertama, konstruksi pembangunan ditargetkan bisa selesai pada bulan Desember 2015 mendatang.  Jika akses jalan ini tuntas maka selanjutnya bisa bergulir pada pembangunan dan pembebasan lahan BIUTR di ruas yang lain.

 

Tol dan Infrastruktur Lain

 

Kami menyadari bahwa isu konektifitas, dan ketersediaan infrastruktur yang mumpuni menjadi kunci masuknya investasi serta pertumbuhan ekonomi-ekonomi daerah lain di Jabar. Tak hanya berpusat di Bandung Raya, Bodetabek dan Cirebon Raya, daerah lain pun mesti mendapat perlakuan yang sama.

 

Saat ini Pemprov Jabar tengah merumuskan kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan Tol Cileunyi-Tasikmalaya (Citas). Pembahasan ini bentuk keseriusan dan akselerasi mewujudkan Tol yang akan menjadi urat nadi baru Jabar Selatan. 

 

Pembangunan tol ini sudah sangat mendesak, karena tiap tahun warga dihadapkan pada kemacetan. lalu lintas di mana jalan arteri mulai Rancaekek-Ragreg-Limbangan-Malangbong-Gentong-Ciawi-Tasik-Ciamis sampai Banjar sudah tidak memadai terlebih di akhir pekan. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi lalu lintas barang dan orang.

 

Pemprov Jabar, terus melakukan berbagai persiapan untuk membangun Tol Citas yang sudah mengantongi Feasibility Studies (FS). Dinas Bina Marga mulai tahun ini juga akan menyusun analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). Jika tidak dimulai dari sekarang, kita tidak bisa membayangkan kerugian besar apa yang harus diterima warga di tahun-tahun mendatang.

 

Selain jalan, air juga penting. Setelah Jatigede, saat ini juga tengah diproses pembangunan waduk baru di wilayah Priangan Timur tepatnya Tasikmalaya dan Ciamis guna memperkuat ketahanan pangan.Dalam desain waduk tersebut memiliki kemampuan mengairi areal pertanian hingga 40.000 hektare (ha).

Keberadaan waduk tersebut sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan agar produksi pertanian di Jabar khususnya Jabar Selatan terus mengalami peningkatan.  Kami berharap proses pembebasan lahan dapat terhindar dari semua hambatan, seperti aksi para spekulan tanah.

 

Tugas kami di provinsi, mengawal prosesnya agar berjalan dengan cepat dan masif sehingga pembangunan yang telah diprogramkan sesuai dengan rencana. Tentu saja hasilnya bisa segera dinikmati masyarakat.

 

Penutup

 

Presidin Joko Widodo lewat Kementerian PU Pera sangat menunjukan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur di Jabar lewat dukungan dan alokasi anggaran yang konsisten. Semoga komitmen ini terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang.

 

Keseriusan seluruh pihak mewujudkan proyek-proyek infrastruktur di Jabar akan menjadi modal penting pada 2016 dan tahun-tahun mendatang. Sejumlah kebijakan yang dilahirkan pemerintah pusat, lantas diakselerasi di daerah dengan membuka sumbat dan mengentaskan masalah di lapamgan niscaya akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih membaik.

 

Terpenting kesungguhan mewujudkan infrastruktur ini bisa menumbuhkan kepercayaan pasar dan investor,  bahwa pemerintah menaruh perhatian penuh atas keberlangsungan ekonomi dan hajat hidup rakyatnya. Kami percaya, syaratnya bekerja bersama-sama. Bersama-sama bekerja.

 

(Penulis Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat)

 

Apps Bisnis.com available on: