Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Kadishub: Perusahaan Taksi Harus Manfaatkan IT

Selly Astari Octaviani Kamis, 17/12/2015 07:39 WIB
Kadishub: Perusahaan Taksi Harus Manfaatkan IT
(jibiphoto)

Bisnis.com, BANDUNG Masyarakat modern semakin bergantung pada gadget dalam menjalani setiap kegiatannya, tak terkecuali ketika mencari moda transportasi. Hal ini akhirnya mendorong para pengusaha moda transportasi untuk melakukan inovasi di bidang IT, salah satunya PT Blue Bird Tbk yang telah meluncurkan aplikasi My Blue Bird.

Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan penuh dari Blue Bird, mulai dari keberadaan taksi yang dipesan, hingga estimasi biaya.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky M. Gustadi, inovasi di bidang IT seperti yang telah dilakukan oleh Blue Bird perlu diikuti oleh perusahaan taksi lainnya.

"Kami harapkan, nanti seluruh perusahaan taksi ke depan akan berinovasi seperti ini untuk meningkatkan pelayanan pelanggan di Kota Bandung dan memenuhi standar minimal taksi di Kota Bandung," ucap Ricky, di Saka Bistro & Bar, Jalan Karangsari, pada Rabu (16/12/2015).

Peluncuran aplikasi ini dinyatakannya sebagai bukti Kota Bandung terus memberikan contoh perbaikan pelayanan kepada masyarakat ke arah yang lebih baik.

Adapun total perusahaan taksi di Kota Bandung sebanyak sembilan perusahaan, termasuk Blue Bird. Ia berharap, kedelapan perusahaan taksi lainnya akan secara bertahap melakukan inovasi yang sama.

Dari aspek kendaraan sudah bagus semua, jadi tinggal aspek ITnya saja. Inovasinya nanti tergantung kemampuan masing-masing perusahaan, syukur-syukur bisa bekerjasama dengan pihak Blue Bird terkait aplikasinya, ujarnya.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan pelayanan 2800 armada taksi yang ada di Kota Bandung, hal terpenting lainnya ialah operator-operator taksi.

Pasalnya, operator inilah yang dapat memudahkan mobilisasi aktivitas seluruh armada setiap harinya.Selain itu, untuk memaksimalkan pelayanan dan mencegah kemacetan yang disebabkan oleh taksi yang menunggu penumpang, pihaknya berencana untuk membuat shelter taksi di beberapa titik keramaian di Bandung.

"Nanti akan kami atur shelter lokasi di beberapa titik yang sangat membutuhkan armada taksi, seperti di stasiun, hotel, bandara, kereta api, terminal, dan tempat hiburan, agar tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas ucapnya."

Di sisi lain, Ricky menyatakan, berdasarkan hasil kajian, jumlah armada yang ada belum memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Kebutuhan warga Bandung terhadap transportasi taksi itu di atas 5000 armada untuk seluruh Bandung Raya, ungkapnya.

Apps Bisnis.com available on: