Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

LAPORAN KHUSUS

ANUGERAH PROPER 2015: Bio Farma, Inspirasi Perusahaan Ramah Lingkungan Di Bandung

Yanto Rachmat Iskandar Senin, 30/11/2015 18:10 WIB
ANUGERAH PROPER 2015: Bio Farma, Inspirasi Perusahaan Ramah Lingkungan di Bandung
(Ki/ka) Kadiv Corporate Planning & Strategy Bio Farma Hikmat Alitamsar, Kepala BPLHD Kota Bandung Hikmat Ginanjar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Dirkeu Bio Farma Pramusti Indrascaryo, Kepala Divisi CSR Bio Farma R. Herry, dan Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana.

Ketika memasuki Bandung dan melewati Jalan Layang Pasupati, kompleks Bio Farma dengan bangunan uniknya di bagian depan nampak cukup jelas di sebelah kiri setelah kompleks RS Hasan Sadikin Bandung.

Gedung Bio Farma yang berbentuk art deco itu merupakan karya arstek kondang tempo dulu  CPW. Schoemaker, yang melahirkan gedung-gedung heritage terkenal di Kota Kembang ini.

Bio Farma adalah sebuah kompleks industri yang canggih dan melahirkan produk-produk kesehatan yang menyasar pasar mancanegara. Bio Farma sudah mampu mengekspor produknya ke 130 negara di dunia.

Suasana hijau di sekitaran kompleks gedung Bio Farma seakan turut mewarnai identitas Kota Sejuta Kenangan ini sebagai kota yang modern, hijau, dan lestari. Apalagi, perusahaan pelat merah ini telah menerapkan filosofi dedicated to improve quality of life dimana Bio Farma berkomitmen untuk mengedepankan keselarasan dalam pengembangan keberlanjutan dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Filosofi itu diterapkan dengan kesungguhan sehingga perusahaan mampu meraih citra lingkungan yang luar biasa dengan menyabet Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dua kali berturut-turut.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang juga merupakan arsitek terkenal mengenal betul bangunan pabrik farmasi ini.

Menurut pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini, gedung Bio Farma nampak sangat keren dan telah menjadi salah satu ikon heritage Kota Bandung.

Gedung Bio Farma, katanya, pernah mendapatkan penghargaan artitektur  dimana pengelolanya mampu melakukan preservasi arsitektur terbaik se indonesia.

“Bio Farma produsen vaksin polio terbesar di dunia. Jadi kalau saya ditanya apa perusahaan terbaik di Bandung, saya akan menjawab Bio Farma. Jadi kami merasa bangga, karena Bio Farma mampu beradaptasi hingga zaman sekarang ini dan tampil sebagai juara. Dan kelasnya itu bukan kelas nasional tapi sudah internasional.”

Emil berharap pencapaian Bio Farma dengan Proper Emasnya ini akan berlangsung secara turun temurun. Menular ke perusahaan-perusahaan lain di Bandung. Bio Farma menjadi teladan bagi perusahaan lain.

Kang Emil bersama Bio Farma tampil bersama pada acara pemberian penghargaan Proper dan Adipura yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin 23 November 2015.

Pemkot Bandung sendiri mampu menyabet penghargaan Adipura setelah menunggu cukup lama atau 17 tahun.

Saat menerima penghargaan Adipura itu, Kang Emil mengaku sangat terharu. “Banyak penghargaan yang kami dapatkan selama dua tahun belakangan ini. Tapi yang membuat saya berkaca-kaca adalah Adipura ini,” ucapnya.

Kebersamaan Pemkot Bandung bersama Bio Farma dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan di Kota Bandung ini memang sudah terjalin cukup lama dan akrab.

Emil mengatakan untuk memajukan Kota Bandung pihaknya memegang tiga prinsip yakni inovasi, desentralisasi, dan kolaborasi.

Desentralisasi tercermin pada pelimpahan kewenangan kepada aparatur di wilayah dengan mengusung semangat budaya kerja turun tangan langsung.

“Camat dan lurah sekarang sudah bergerak cepat, sudah 100 kewenangan diserahkan ke camat dan lurah untuk percepatan supaya mampu bergerak lebih gesit,” katanya.

Inovasi merupakan upaya untuk senantiasa mencari ide-ide baru. Hasilnya bisa terlihat dari kehadiran ruang-ruang publik yang menarik, bersih, dan menarik minat orang banyak.

Sedangkan kolaborasi adalah kerja sama pemerintah dengan pihak lain untuk bersama-sama membangun Kota Bandung ini.

“Kami menyadari karena  kami memiliki keterbatasan. Dengan Bio Farma ada beberapa kerja sama. Salah satu yang paling masif dulu adalah gerakan sejuta biopori. Menggali tanah di Bandung di daerah-daerah genangan sehingga air diharapan cepat surut saat hujan,” katanya.

Emil mengatakan Pemkot Bandung sudah membuktikan diri sebagai pemerintah yang mampu bekerja sama dengan sangat baik, dengan melakukan asistensi kepada Bio Farma dalam hal pengelolaan lingkungan, melalui Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kota Bandung. Sehingga Bio Farma mampu menjadi green industry seperti sekarang ini. Pihaknya berharap kerja sama ini diharapkan dapat semakin meningkat.

“Saya juga akan menjadikan Bio Farma sebagai inspirasi dan percontohan  agar ratusan perusahaan di Kota Bandung memiliki standar proper seperti Bio Farma. Kalau Bio Farma berarti yang lain juga pasti bisa.”

Direktur Keuangan Bio Farma Pramusti Indrascaryo mengatakan penghargaan Proper Emas dua kali berturut-turut ini menjadi bukti bahwa perseroan benar-benar memiliki komitmen untuk menjaga kualitas lingkungan, termasuk lingkungan Kota Bandung.

Bio Farma, secara internal, sudah menerapkan program lingkungan yang berkelanjutan antara lain efisiensi energi dan inovasi dalam proses produksi yang berpijak pada tatanan ramah lingkungan.

Terkait kedekatan dengan Kota Bandung, menurutnya, Bio Farma juga senantiasa melakukan sosialisasi kesehatan maupun imunisasi yang salah satunya adalah penyediaan mobil hijau.

“Kalau kita melewat Jalan Layang Pasupati itu, ada tulisan Bio Farma, dari Bandung untuk Indonesia dan dunia. Semoga Bio Farma menjadi kebanggaan Kota Bandung dan menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain di kota tercinta ini,” katanya.

Kepala Divisi Corporate Planning & Strategy Bio Farma Hikmat Alitamsar mengatakan pencapaian Bio Farma ini tidak berhenti pada peringkat Proper Emas yang diraih pada tahun ini. Justru yang dirasakan lebih sulit adalah bagaimana meningkatkan inovasi dalam tatanan green industry.

Sambil terus berinovasi tersebut, Bio Farma siap sharing dengan perusahaan-perusahaan lain khususnya di Kota Bandung untuk turut meraih peringkat peduli lingkungan.

Kepala Divisi CSR Bio Farma R. Herry menambahkan untuk mencapai Proper Emas ini perusahaan harus melakukan inovasi di sektor produksi dan pengelolaan lingkungan. “Karena kami percaya, produk yang berkualitas berasal dari yang ramah lingkungan.”

Dari konsep itulah perusahaan melakukan inovasi produksi antara lain membuat vaksin Pentabio yang mampu meredusir energi dari kebutuhan konvensional. Menurutnya, proses produksi Pentabio itu bisa meredusir limbah B3, non-B3, pengemasan, dan juga penggunaan air.

 

Apps Bisnis.com available on: