Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

LAPORAN KHUSUS

ANUGERAH PROPER 2015: Laba Terus Diraih, Reputasi Senantiasa Didapat

Yanto Rachmat Iskandar Senin, 30/11/2015 18:06 WIB
ANUGERAH PROPER 2015: Laba Terus Diraih, Reputasi Senantiasa Didapat
Direktur Keuangan PT Bio Farma (Persero) Pramusti Indrascaryo (kanan) menerima Piala Proper Emas yang diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Senyum bangga terpancar jelas dari direksi sejumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan atau Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang berlangsung Senin 23 November 2015.

Malam itu bisa dibilang sebagai salah satu malam yang sangat menggembirakan sekaligus membahagian bagi sebagian perusahaan yang bekerja keras, tidak sekadar mengejar laba tetapi berupaya pula menebarkan kebaikan kepada lingkungan dan masyarakat.

Di tengah bencana kepulan asap yang mencoreng muka Indonesia beberapa waktu lalu, malam penganugerahan Proper ini menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan di Indonesia yang memedulikan lingkungan hidup, di samping kemampuan perusahaan yang pandai mengais laba.

Kultur hijau sebagian perusahaan yang menyabet penghargaan tertinggi itu tidak hanya menyebar pada program dan perilaku sumber daya manusia di perusahaan itu. Tetapi, sudah menyebar pula ke lingkungan sekitar perusahaan yang tercermin dalam program corporate social responsibility atau CSR.

Sebut saja PT Bio Farma (Persero), perusahaan farmasi yang berada di Kota Bandung. Secara bisnis, kinerja keuangan Bio Farma terbilang kinclong. Saban tahun, perusahaan ini selalu meraup untung. Produk Bio Farma, sudah diekspor ke 130 negara.

Sebagai perusahaan yang memiliki reputasi global itu, Bio Farma ternyata mampu menunjukkan reputasi baik terhadap lingkungan dan masyarakat, dengan reputasi Proper Emas.

Akan tetapi, untuk mengejar peringkat tertinggi Proper Emas itu, perusahaan ini ternyata harus banting tulang terlebih dahulu.

Kepala Divisi Corporate Planning & Strategy Bio Farma Hikmat Alitamsar mengatakan, pada awalnya perusahaan bahkan diganjar cap Merah. Kemudian, segenap lini perusahaan bergerak cepat merubah cara pandang yang dituangkan pada program dan budaya kerja perusahaan, dibantu Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Kota Bandung.

Kerja keras itu membuahkan hasil. Korporasi mampu menyabet peringkat Hijau selama tiga kali berturut-turut, hingga dan akhirnya menyabet Proper Emas pada 2014 dan 2015.

“Hal itu tidak dilakukan dengan mudah. Kami melakukannya dengan dua kata kunci utama yaitu inovasi dan berkesinambungan. Sesuai instruksi direksi, kami diminta untuk berpikir out of the box untuk menemukan solusi,” tuturnya.

Di mata Direktur Keuangan Bio Farma Pramusti Indrascaryo, Proper Emas ini merupakan bukti korporasi telah melakukan upaya yang terus menerus dan berkelanjutan dalam program lingkungan dan efisiensi energi. Selain itu, sebagai pembuktian bahwa korporasi melaksanakan berbagai pengembangan masyarakat yang sukses.

“Manfaat dari keikutsertaan Bio Farma dalam Proper ini upaya perbaikan yang terus menerus dan terintegrasi untuk program CSR kami yang terdiri dari keberagaman sumber daya baik bio-diversity, geo-diversity maupun cultural-diversity,” ucapnya.

Bagi Bio Farma sebagai salah satu peraih peringkat Proper Emas, diharapkan akan semakin banyak lagi earth-friendly enterprise yang menjadi percontohan dalam penerapan pengelolaan lingkungan yang bersifat beyond compliance, peningkatan kinerja dalam penerapan sistem manajemen lingkungan, program efisiensi energi, efisiensi air, pengurangan pencemaran udara, pengurangan limbah B3 dan Non B3, keanekaragaman hayati dan community development.

Kepala Divisi CSR Bio Farma R. Herry menambahkan Bio Farma menerapkan pengelolaan lingkungan yang bersifat beyond compliance atau lebih dari yang dipersyaratkan.

Hal ini menandakan komitmen Bio Farma untuk mengejar environmental excellency dalam setiap tahap kegiatan operasionalnya.

“Kami  meyakini, produk vaksin bermutu tinggi dan ramah lingkungan, hanya dapat terwujud melalui kegiatan produksi yang kondusif dan ramah lingkungan, serta penerapan penataan lingkungan secara komprehensif dari tahap perencanaan, implementasi, monitoring, review dan continues improvement, dengan prinsip produksi yang lebih bersih atau eco-efficiency sesuai yang diamanatkan dalam penilaian Proper,” katanya.

Salah satu produk inovatif Bio Farma adalah proses produksi ramah lingkungan dengan melahirkan vaksin polio yang diinjeksikan. Dengan melahirkan produk itu, perusahaan  bisa mengurangi penggunaan energi signifikan.

Selain itu, program pengembangan masyarakat juga digenjot. Belakangan ini Bio Farma fokus pada desa binaan di berbagai kawasan antara lain desa wisata di kawasan Geopark Ciletuh dengan target diakui UNESCO pada 2017 nanti.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat itu berpijak pada konsep triple helix ABG yakni academician, businessman & government. Merujuk pada konsep itu, Bio Farma merangkai program yang bertujuan untuk kemakmuran masyarakat.

Selain itu, program kepedulian perusahaan Bio Farma terwujud pada pelestariaan ras murni domba garut serta penerapan teknologi ramah lingkungan green nano pada Batik Pakidulan Sukabumi.

Herry mengatakan perusahaan akan terus berinovasi dalam proses produksi yang ramah lingkungan serta program kepedulian dan pelestarian lingkungan.

 

KESADARAN MAKIN MENINGKAT

Pada pengumuman peringkat Proper tahun 2015 ini, sebanyak 12 perusahaan mampu menyabet peringkat emas.

Perusahaan peraih peringkat paling hijau itu yaitu PT Bio Farma (Persero), PT Badak NGL, PT Pertamina EP Subang, PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, PT Medco E&P –Rimau Asset, PT Bukit Asam Persero Tbk unit tambang Tanjung Enim, dan PT Holcim Indonesia Cilacap Plant.

Selain itu, PT Pertamina RU 6 kilang Balongan, PT Star Energy (Kakap) Ltd, PT Pertamina EP Field Rantau, Chevron Geothermal Salak Ltd, dan PT Pertamina (Persero) S&D  Terminal BBM Rewulu.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sebanyak 2.137 perusahaan mengikuti proses evaluasi Proper periode 2014-2015 ini. Jumlah itu naik 12% dari periode sebelumnya sebanyak 1.908 perusahaan.

Menurut Siti Nurbaya, penilaian peringkat Proper Hijau dan Emas dilakukan terhadap kinerja efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R, limbah B3, dan limbah padat Non-B3.

Selain itu, penilaian juga meliputi upaya perusahaan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat.

Inovasi juga menjadi penilaian utama dalam penilaian tingkat hijau dan emas. Tercatat, terdapat 151 inovasi dari 323 perusahaan kandidat proper Hijau dan Emas.

Inovasi terbanyak, berasal dari pengurangan emisi yaitu 37 inovasi. Kemudian 3R limbah B3 sebanyak 35 inovasi, efisiensi energi sebanyak 31 inovasi, 3R limbah padat non B3 sebanyak 22 inovasi, konservasi dan penurunan beban pencemaran air sebanyak 14 inovasi, pemeliharaan keanekaragaman hayati sebanyak 6 inovasi, dan upaya pemberdayaan masyarakat sebanyak 6 inovasi.

Hasil evaluasi itu secara keseluruhan, predikat hitam sebanyak 21 perusahaan, merah 529, biru 1.406, hijau 108 perusahaan, dan emas 12 perusahaan.

Sementara itu, 61 perusahaan tidak diumumkan karena sedang mengalami proses penegakkan hukum, ditutup, dan berbagai proses lainnya dalam pengawasan.

Dari perusahaan-perusahaan berperingkat Hijau dan Emas, telah dihitung efisiensi energi hingga 909 juta giga joule. Konservasi air sebanyak 533 juta meter kubik, penurunan emisi sebanyak 48 juta ton setara karbon.

Selain itu, reduksi limbah padat non-B3 sebanyak 9,5 juta ton, reduksi limbah B3 sebanyak 4,8 juta ton, dana yang bergulir di masyarakat melalui program CSR Rp2,12 triliun.

Malam pemberian peringkat Proper yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus menyerahkan penghargaan. Acara itu juga bersamaan dengan pemberian penghargaan Adipura kepada pemerintah daerah.

Kepada para pengusaha, Wapres menyampaikan ucapan selamat kepada perusahaan yang telah mampu menaati aturan dan bertindak di luar batas persayaratan.

“Bagi kami semua perusahaan yang memiliki lingkungan yang baik, yang memperbaiki segala fasilitas keamanannya, berarti perusahaannya akan lebih langgeng dan menyenangkan para karyawan dan mengurangi risiko dari keamanan perusahaan-perusahaan tersebut.”(k9)

Apps Bisnis.com available on: