Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 15 November 2018

Mitos Seputar Penyakit Jantung, Apa Saja?

Solopos Senin, 23/11/2015 06:55 WIB
Mitos Seputar Penyakit Jantung, Apa Saja?

SOLO – Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor 1 di dunia. Banyak mitos salah yang beredar tetang sakit jantung yang kini terbukti kebenarannya. Seperti 7 mitos tentang penyakit jantung yang dirangkum dari Indiatimes:

Terlalu Muda Untuk Khawatir Terserang Jantung

Dengan obesitas dan diabetes, faktor resiko orang terserang penyakit jantung meningkat. Bahkan masalah jantung sekarang banyak menyerang di usia muda karena stres yang berkepanjangan.

Tekanan Darah Tinggi Adalah Tanda Peringatan

Tekanan darah tinggi sering disebut silent killer dan tidak memicu sakit jantung jika segera ditangai. Namun pengobatan dini darah tinggi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan masalah kesehatan serius lainnya.

Nyeri Dada Menunjukkan Serangan Jantung
Faktanya, tak hanya nyeri dada saja, banyak gejala halus yang memicu serangan jantung seperti sesak napas, mual, pusing, ketidaknyamanan di lengan, rahang, leher atau punggung.

Penyakit Jantung, Penyakit Keturunan
Meskipun orang-orang memiliki riwayat penyakit jantung, keturunan korban dapat mencegahnya dengan pola hidup yang baik. Selektif dengan makanan, berolah raga yang cukup dan menjaga pikiran terbukti mencegah datangnya sakit jantung.

Tak Perlu Diperiksa Kadar Kolesterol Sampai Usia 35 Tahun
Mengecek kesehatan diri secara berkala dapat menjadi alarm saat kita menderita sakit ringan. Otomatis seseorang akan segera memperbaiki gaya hidupnya. Bahkan disarankan, anda mulai memeriksa kadar kolesterol mulai di usia 20 tahun.

Rasa Sakit di Kaki Tidak Ada Hubungannya
Nyeri di otot kaki bisa menjadi tanda dari penyakit arteri perifer yang menyebabkan penyumbatan aliran pembuluh darah. Resiko serangan jantung/stroke meningkat lima kali untuk orang yang mengalami arteri perifer.

Jantung Berdebar Cepat, Inikah Gejala Sakit Jantung
Perubahan detak jantung dalam sekejab tidak perlu dikhawatirkan meskipun terkadang bisa menjadi tanda aritmia . Banyak kasus aritmia yang tidak berbahaya, karena beberapa orang dapat bertahan cukup lama. (Fitria Julestri/JIBI/Solopos.com)