Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 21 Agustus 2017

SMK Angkasa Rakit Prototype Jeep Dalam Sebulan

Selly Astari Octaviani Senin, 14/09/2015 14:25 WIB
SMK Angkasa Rakit Prototype Jeep Dalam Sebulan

Bisnis.com, BANDUNG – Perakitan sebuah mesin motor Yamaha Vixion 150cc menjadi mobil jenis Prototype Jeep dilakukan tim dari siswa SMK Angkasa Lanud Husein Sastranegara dalam waktu sebulan.

“Kami mengerjakan semuanya dalam waktu sebulan. Pengerjaannya mulai dari jam 08.30 sampai 18.00, kadang sampai jam 11.00,” ucap salah satu siswa kelas 2 SMK Angkasa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, yang menjadi bagian dari tim inti perakitan mobil, Kiki Hadiansyah (17) saat ditemui di SMK Angkasa, pada Senin (14/09/2015).

Perakitan ini dilakukan oleh kolaborasi antara satu guru pembimbing, empat siswa pada tim inti, dan dua siswa yang membantu. Murid yang terlibat pada tim inti adalah Kiki Hadiansyah, Muhammad Ramdhani, Ardi Indirwan, dan Rizal Muhammad Ramadhan, sedangkan, dua siswa yang membantu adalah Muhammad Yaqin dan Sri Setyohastomo.

Semua siswa merupakan siswa kelas 2 SMK Angkasa yang terdiri dari beberapa jurusan, yakni Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Jurusan Listrik, dan Jurusan Mesin.

Secara keseluruhan, menurut Ketua Program Otomotif yang juga merupakan guru pembimbing tim ini, Slamet Rahayu, menyatakan waktu kotor yang dihabiskan untuk perakitan ini mulai dari pengumpulan bahan, alat yang diperlukan dan lainnya menghabiskan tiga bulan.

“Tiga bulan itu pengumpulan bahan dan pengerjaan, sedangkan pengerjaan sepenuhnya memang satu bulan dari awal Agustus 2015,” ungkapnya.

Sementara itu, Slamet menyatakan, selama perakitan mobil ini, dana yang dihabiskan sebanyak Rp 43 juta. Dana tersebut diakuinya berasal dari Yayasan Ardhya Garini dan Yamaha.

“Di dalamnya sudah termasuk di dalamnya alat-alat pendukung seperti las, pipa bending dan alat-alat pendukung lainnya” ujarnya.

Ide bentuk Jeep, dinyatakannya, berasal dari para siswa.

Slamet menyatakan, mobil ini dirakit dengan menggunakan mesin motor Yamaha Vixion 150cc dengan menggunakan komponen yang diadopsi dari lebih dari sepuluh produk kendaraan dan beberapa komponen yang dibuat oleh SMK Angkasa.

“Komponen yang kami buat adalah bagian body dan rangka, mulai dari ngeroll, atau ngebending, sampai dengan memotong plat, itu kita buat sendiri, sedangaan, untuk suspensi yang lainnya kita adopsi dari kendaraan lain, salah satunya lengan depan kita ambil punya fiat,” jelasnya.

Selama pengerjaan tersebut, Slamet mengakui adanya beberapa hambatan yang sulit dihadapi para siswa. “Kendala kami saat itu adalah mensinkronkan beberapa komponen yang ada, tapi bisa kita selesaikan,” ucapnya.

Apps Bisnis.com available on: