Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

Ekonomi Jabar Triwulan II 2015 Naik 3,16%

Selly Astari, Rida Widara Rabu, 05/08/2015 19:19 WIB
Ekonomi Jabar Triwulan II 2015 Naik 3,16%

Bisnis.com, BANDUNG--Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi di kawasan itu pada triwulan II/2015 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,16% (q-to-q). 

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh sebesar 6,65%. Hal ini mengacu kepada pola musiman yang terjadi setiap tahunnya.

"Triwulan I sampai dengan III biasanya terjadi kenaikan sisi produksi yang signifikan. Sektor yang paling mendukung adalah pertanian. Kemudian, menuju triwulan IV itu terjadi penurunan kembali," ungkap Ade Rika Agus, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Jabar, Rabu (5/8).

Sedangkan, dari sisi pengeluaran lebih disebabkan pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 17,02%.

BPS juga mencatatkan perekonomian Jabar pada triwulan II/2015 dengan pengukuran produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap harga berlaku mencapai Rp379,40 triliun. Sementara untuk pengukuran berdasarkan harga konstan sebesar Rp301,16 triliun.

Untuk triwulan II/2015 terhadap triwulan II/2014 (y-on-y), hasilnya melambat dibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 5,18%.

Sektor lapangan usaha informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi sebesar 19,12%. Sedangkan, komponen ekspor barang dan jasa dengan pertumbuhan 12,04% menjadi yang tertinggi di sisi pengeluaran.

“Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jabar semester I/2015 dibandingkan dengan semester I/2014 tumbuh 4,87%," ujar Ade.

Sementara itu, sumber laju pertumbuhan secara (y-o-y) dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terbesarnya disumbangkan oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 1,37%.

Di sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menyumbang pertumbuhan terbesar sebanyak 4,22%.

Ade menambahkan, "Ekspor barang dan jasa di sisi pengeluaran, perubahannya bisa dipengaruhi oleh inflasi dan nilai kurs rupiah terhadap dolar".