Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 28 Maret 2017

Peluang Freelancer Bidang IT Masih Sangat Menjanjikan

Ria Indhryani Minggu, 14/06/2015 06:51 WIB
Peluang Freelancer Bidang IT Masih Sangat Menjanjikan
(jibiphoto)

Bisnis.com, BANDUNG--Beberapa kalangan menilai peluang pemanfaatan sistem kerja secara freelance atau pekerja lepas pada bidang teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) seperti programmer dan animator masih terbuka lebar dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia.

Daniel G Pratidya, Presiden Indonesia Freelancers Assiciation (IFA) sekaligus profesional freelance bidang Excel dan Visual Basic, mengatakan peluang pemanfaatan sistem kerja freelance bidang IT/TIK oleh masyarakat Indonesia masih belum maksimal karena banyak sebagian orang yang tidak berani untuk lepas dari pekerjaan yang sudah tetap atau lebih pasti dalam memberikan penghasilan. Padahal hadirnya berbagai marketplace freelance dapat menjadi celah untuk pemnafaatan hal tersebut.

"Kebanyakan lebih mencari jalan aman dengan kerja tetap atau kantoran, padahal seperti freelance desainer dan animator, Indonesia adalah salah satu yang top atau paling dicari. Kemampuan kita tidak kalah, sayangnya memang banyak yang masih tidak berani karena mereka belum merasakan keuntungan lebihnya," katanya saat meet-up freelancer.co.id di Bandung, Sabtu (13/5/2015).

Dia mengatakan tenaga freelance bidang IT yang dicari saat ini adalah programmer HTML 5 dan desainer untuk pembuatan berbagai website yang mana setiap projeknya bisa menghasilkan sekitar US$ 500 atau sekitar Rp6,3 juta bahkan bisa jauh lebih besar dalam kurun waktu yang singkat atau sesuai lamanya perjanjian pengerjaan.

Para pencari tenaga freelance IT ini sendiri berasal dari berbagai negara yang kebanyakan seperti dari Eropa dan Amerika Serikat. Sementara itu, Indonesia sendiri mulai jadi pasar yang menjanjikan untuk para freelance IT, meskipun tidak semuanya mau atau percaya dengan tenaga freelance IT asal Tanah Air.

"Hadirnya marketplace freelance yang mulai menjamur saat ini memang karena mereka ingin menjembatani antara negara maju dan negara berkembang dalam hal sistem kerja freelance. Indonesia termasuk pasar yang baik bagi tenaga freelance-nya sendiri, meski baru beberapa yang terbiasa dengan sistem seperti ini."

Apps Bisnis.com available on: