Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

ITB & Qualcomm Gelar Seminar Teknologi

Agne Yasa Rabu, 29/04/2015 19:46 WIB
ITB & Qualcomm Gelar Seminar Teknologi
Seminar ITB & Qualcomm
Agne

Bisnis.com, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan perusahaan teknologi Qualcomm Incorporated menggelar seminar bertajuk “Dampak Teknologi Mobile Dalam Mendorong Inovasi” di Kampus ITB Jalan Ganeca, Bandung pada Rabu (29/4/2015).
 
Hadir sebagai pembicara utama yaitu Wakil Presiden dan Direktur Bidang Studi Pemerintahan dari Brookings Institution Darrel M. West.
 
Dalam presentasinya Darrel mengungkapkan inovasi memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi.
 
"Sebagai pasar mobile terbesar keempat di dunia, Indonesia harus membantu perkembangan lingkungan yang berpusat pada inovasi atau innovation-centric melalui teknologi mobile yang akan mendorong pertumbuhan ekonominya secara signifikan," ujar Darrel.
 
Darrel menambahkan aksesibilitas, kemampuan, dan keterjangkauan perangkat mobile sedang berkembang, namun masih ada ruang kosong untuk kemajuan yang lebih lanjut.
 
"Para pemangku kepentingan termasuk pemerintah, pembuat kebijakan dan pelaku industri harus memainkan peranan penting dalam menciptakan ekonomi yang berbasis pada pengetahuan atau knowledge based economy agar dapat mewujudkan manfaat penuh dari konektivitas mobile," ujarnya.
 
Darrel West banyak melakukan riset  seputar inovasi teknologi di berbagai negara. Aspek yang menjadi fokus risetnya yaitu melihat dari sisi negara dalam mengembangkan research dan development, anggaran, infrastruktur wireless dan nirkabel, serta investasi untuk perguruan tinggi.
 
Adapun Direktur Pusat Mikroelektronika ITB Trio Adiono menyambut baik kerja sama melalui acara ini. "Kuliah umum ini untuk memberikan wawasan pada mahasiswa ITB dan memperlihatkan potensi ekonomi dari mobile teknologi serta memberikan kesempatan berdiskusi dengan baik dari Qualcomm," ujarnya.
 
Trio menambahkan kontribusi Indonesia telah meningkat dalam level pengembangan teknologi mobile.

"Indonesia potensinya besar, yang perlu ditingkatkan adalah kontribusi sebagai produsen, yang penting adalah inovasi. Dari seminar ini peserta juga belajar bagaimana negara maju membuat environment agar inovasi bisa bekembang, kemudian halangan yang ada dan permasalahannya serta solusinya. ITB ingin mempererat kerja sama dengan institusi internasional dan pemain global seperti Qualcomm," ujarnya.
 
Director Government Affair Qualcomm Indonesia Nies Purwati mengatakan Indonesia mempunyai potensi besar dalam mengembangkan inovasi.
 
"Supply chain mobile telecommunication di Indonesia, setiap segmennya mempunyai potensi untuk mengembangkan inovasi. Indonesia juga salah satu negara yang aplikasinya ditunggu," ujarnya.
 
Nies menambahkan Indonesia semakin banyak menghasilkan inovasi dan perlu untuk para inovator melihat ekosistem, budaya, regulasi  yang bisa mendukung serta industri yang cocok dengan inovasi yang dihasilkan.

"Qualcomm juga bekerja sama dengan universitas berusaha sebarkan manfaat inovasi terhadap ekonomi sehingga banyak mahasiswa terinspirasi untuk berinovasi," ujar Nies.

Apps Bisnis.com available on: