Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 14 Desember 2017

Menyedihkan, Cikuray Yang Indah Kotor Dengan Sampah

Yanto Rachmat Iskandar Selasa, 28/04/2015 17:51 WIB
Menyedihkan, Cikuray yang Indah Kotor Dengan Sampah
Pendaki menapaki jalur yang kotor

Bisnis.com, BANDUNG—Sepertinya pengalaman mendaki gunung super terjal seperti Gunung Cikuray yang ada di Kabupaten Garut akan terasa menegangkan dan melelahkan.

Sudah sangat jelas pula penjalanan menapaki jalur daki menuju puncak gunung nan indah selama 5-7 jam ini akan sangat menguras banyak energi.

Bayangkan saja, jantung kita akan dipacu lebih kencang dengan napas tersengal-sengalt. Dan kaki kita puan akan dibuat pegal oleh perjalanan berat ke puncak gunung setinggi 2.821 MDPL itu.

Akan tetapi, godaan pohon hijau yang rimbun dengan desiran udara yang super sejuk, serta nyanyian fauna hutan Cikuray, akan menghapus semua rintangan tersebut.

Bagi sebagian orang, mendaki Cikuray adalah panggilan alam. Sebuah prosesi dimana kepribadian seseorang akan dibentuk. Di tempat seperti ini pulalah, kepribadian seseorang akan menampakkan dirinya.

Mendaki adalah bagaimana seseorang mengapresiasi alam atau lingkungan. Bagaimana kita sebagai manusia mampu menyatu dan menjalin harmoni dengan alam.

Di saat lingkungan kita mengalami degradasi yang luar biasa, kelompok pecinta alam seperti inilah yang diharapkan mampu menjaga gunung agar tidak rusak lebih parah lagi.

Tapi bagi sebagian orang, mendaki gunung hanyalah sebuah tren. Terkadang hanya sebagai gaya-gayaan semata. Pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman yang dangkal tentang lingkungan, justru membuat lingkungan gunung menjadi rusak.

Bagi kelompok ini, gunung atau alam hanya dijadikan alat, bukan sahabat. Gunung atau keindahan alam lainnya hanya dijadikan alat untuk eksis, alat untuk gaya-gayaan. Sehingga tak mengherankan, sejumlah gunung dan alam di Tanah Air kita ini rusak dan kotor, termasuk di Cikuray.

Sungguh, penulis yang memberanikan diri mendaki gunung indah ini terseret pada sinisme saat melihat sampah yang berserakan di mana-mana. “Kotor sekali. Sungguh keterlaluan yang membuang sampah di sini,” bisik penulis.

Di sepanjang jalur daki, kita akan sangat jarang melihat burung atau kera yang menghuni hutan Cikuray. Akan tetapi, kita akan sangat sering melihat bekas bungkus makanan dan botol minuman plastik di sepanjang jalur daki. Sungguh, perjalanan yang ironis.

Pengelola Cikuray, sudah mewanti-wanti dari bawah lereng gunung untuk menjaga kebersihan di Cikuray. Tetapi, imbauan itu sepertinya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.

Tentu, ada pula para pendaki gunung yang sangat baik hati. Mereka rela menggusur sampah, bahkan turut membantu membersihkan kotoran dari gunung ini, dari atas puncak hingga ke bawah.

Upaya pasukan pelestari lingkungan ini harus kita dukung penuh, bahkan sebaiknya kita pun perlu terjun langsung untuk turut membersihkan lingkungan gunung.

Kita tentu berharap, Gunung Cikuray akan seindah penampakannya jadi kejauhan. Gunung yang gagah dan indah. Kita tidak ingin Cikuray yang gagah dan indah rontok pesonanya oleh perilaku sebagian orang yang tak menghargai alam.

Salam Lestari!!!   

 

BACA JUGA: Bentang Alam Indah di Puncak Gunung Cikuray

 

Apps Bisnis.com available on: