Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

INDUSTRI

Bangganya Menjadi Perusahaan Ramah Lingkungan

Afif Permana Senin, 05/01/2015 10:39 WIB
Bangganya Menjadi Perusahaan Ramah Lingkungan
Presiden Direktur Bio Farma Iskandar (kelima kiri) menerima penghargaan Primaniyarta

Bagi sebagian perusahaan, menjalankan roda perusahaan kini bukan sekadar mencari untung. Akan tetapi, visi dan misi mereka telah jauh melampaui batas-batas kepentingan bisnis semata dengan cara mencari nilai tambah dengan menjalankan misi pemeliharaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Seperti dituturkan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Iskandar saat menerima Proper Emas yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla akhir 2014 lalu. Dia mengatakan dalam menjalanan roda bisnis, perusahaan harus pula mengedepankan keselarasan dalam pengembangan keberlanjutan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Green culture telah menjadi core competency dan budaya karyawan kami. Sejak awal berdiri pada tahun 1890, sampai sekarang, Bio Farma fokus pada penyediaan vaksin berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan nasional dan internasional dengan harga terjangkau. Seiring dengan  filosofi perusahaan yaitu dedicated to improve quality of life Bio Farma berkomitmen untuk mengedepankan keselarasan dalam pengembangan keberlanjutan dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan,” ucapnya.

Bagi Iskandar, Bio Farma berkomitmen tinggi untuk melaksanakan perbaikan berkesinambungan dalam seluruh kegiatan operasional dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai peluang untuk melakukan improvement dalam kegiatan operasional. Sehingga, katanya, kualitas kinerja pengelolaan lingkungan akan terus meningkat dan mencapai standar yang lebih tinggi daripada standar yang diwajibkan.

Hal tersebut salah satu wujud nyata untuk menjadi sustainable green industry yang berdaya saing global.

Seperti diketahui, Bio Farma merupakan perusahaan yang menyabet penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Emas, yang rutin digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk sektor manufaktur prasarana dan jasa.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Direktur Utama Bio Farma Iskandar pada 2 Desember 2014, di Auditorium Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan yang bermakna bahwa suatu perusahaan sudah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

 

DORONGAN PEMERINTAH

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) merupakan salah satu program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupa kegiatan pengawasan dan pembinaan terhadap penanggungjawab usaha dan atau kegiatan di bidang pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup serta pengelolaan limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun.

Penghargaan Proper yang telah berjalan selama 20 tahun ini bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency). Hal ini dinilai dari pemenuhan ketentuan dalam izin lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, dan pengendalian kerusakan lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Proper yang telah berjalan selama 20 tahun ini menjadi aset penting karena banyak pengalaman dan pembelajaran untuk membangun nilai-nilai ketaatan terhadap peraturan, penggunaan sumber daya alam yang efisien, praktek bisnis yang beretika dan mengurangi kesenjangan kesejahteraan dengan program pemberdayaan masyarakat.

“Proper telah tumbuh menjadi organisasi pembelajaran yang akan mendorong pemikiran-pemikiran baru dan memfasilitasi proses belajar terus menerus secara sinergis bagi para pemangku kepentingan,” katanya.

Seiring perjalanan waktu, infrastruktur Proper berkembang, ditandai peningkatan lebih dari 10 kali lipat dari jumlah perusahaan yang diawasi dari 187 menjadi 1.908 perusahaan.

Penilaian Proper dimulai dari penerapan integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R (Reduce, Reuse, Recycle), efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

Karliansyah, Deputi II Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Pengendalian Pencemaran, menyebutkan pada Proper 2014 ini, sebanyak 9 perusahaan mendapatkan peringkat Emas, 121 berperingkat Hijau, 1.224 berperingkat Biru, dan 516 berperingkat Merah, serta 21 masuk kategori Hitam.

Perusahaan berperingkat Emas antara lain PT Badak NGL Kota Bontang Kalimantan Timur, PT Bukit Asam Tbk. Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, PT Bio Farma Kota Bandung Jawa Barat, dan PT Pertamina Aviasi Regional III DPPU Ngurah Rai Kabupaten Badung Bali.

Menurut Karliansyah, perusahaan yang meraih Emas pada 2014 berkurang dari tahun sebelumnya, yaitu dari 12 menjadi 9. Meskipun demikian, perusahaan yang taat lingkungan meningkat jumlahnya mengingat bertambahnya perusahaan yang menyabet peringkat Hijau dan Biru. Pengurangan jumlah peraih peringkat emas karena nilai yang disalip perusahaan lain. “Dari 17 calon peraih peringkat emas hanya 9 yang terpilih,” ungkapnya.

Mengenai perusahaan berperingkat hitam, Karliansyah menyebutkan sudah diserahkan ke ranah hukum.

“Perusahaan-perusahaan tersebut akan diperbaiki, yang belum memiliki peningkatan mutu pengelolaan limbah, harus diperbaiki. Begitu juga dengan pengelolaan cerobong asap, mereka dipaksa untuk instalasi,” katanya. Jika tidak, mereka akan diperkarakan pada ranah pidana atau perdata.

Dia menambahkan tingkat ketaatan perusahaan pada 2014 naik 4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2014, ketaatan perusahaan mencapai 72%. Jumlah perusahaan peserta Proper pun turut mengalami peningkatan sebesar 6% dibandingkan dengan sebelumnya.

Karliansyah mengungkapkan peningkatan jumlah peserta Proper tahun 2014 antara lain karena adanya syarat dari bank pemberi kredit yang mengharuskan perusahaan memiliki rekomendasi Proper serta kemudahan ekspor bagi perusahaan yang mengantongi Proper.

Menurut Karliansyah, perusahaan pemegang Proper Emas, Biru, dan Hijau akan mendapatkan trofi sebagai portofolio, peningkatan citra di masyarakat dan mitra dagang mereka.

“Perusahaan mendapatkan kemudahan dalam urusan dengan bank. Bank Indonsia telah menginstruksikan kepada bank-bank di seluruh Indonesia untuk memberi kemudahan pada perusahaan yang mendapat predikat baik di Proper.”

DEDIKASI BIO FARMA UNTUK NEGARA, LINGKUNGAN, MASYARAKAT

PT Bio Farma (Persero) mendapatkan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk sektor manufaktur prasarana dan jasa.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Direktur Utama Bio Farma Iskandar pada 2 Desember 2014, di Auditorium Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan dan Kehutanan.

Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan yang bermakna bahwa suatu perusahaan sudah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kepala Divisi CSR & GA Bio Farma R. Herry mengatakan Bio Farma menerapkan pengelolaan lingkungan yang bersifat beyond compliance atau lebih dari yang dipersyaratkan.

Bagi Herry, hal ini menandakan komitmen Bio Farma untuk bisa mencapai environmental excellency dalam setiap tahap kegiatan operasionalnya tidak diragukan lagi.

“Kami  meyakini bahwa produk vaksin yang bermutu tinggi dan ramah lingkungan, hanya dapat terwujud melalui kegiatan produksi yang kondusif dan ramah lingkungan, serta penerapan penataan lingkungan secara komprehensif dari mulai tahap perencanaan, implementasi, monitoring, review dan continues improvement, dengan prinsip produksi yang lebih bersih atau eco-efficiency sesuai diamanatkan dalam penilaian Proper,” katanya.

Direktur Utama Bio Farma Iskandar mengatakan perusahaan akan mendapatkan berkah dari anugerah Proper ini dan tentunya akan semakin mendorong perusahaan untuk berkarya lebih baik lagi.

Dengan keanekaragaman sumber daya baik biologi, geologi, maupun budaya akan menjadi pendorong perusahaan untuk terus berinovasi.

“Dari tahun ke tahun dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati tersebut melalui  pemuliaan, pemurnian, hal inilah yang menjadi inspirasi yang terus kami tularkan untuk kedaulatan, kesejahteraan umat manusia  dan keberlanjutan bagi generasi pada yang akan datang,” ujarnya.

Iskandar mengatakan harapan perusahaan dengan gelar Proper Emas ini akan semakin banyak perusahan yang earth-friendly enterprise dan menjadi percontohan dalam penerapan pengelolaan lingkungan yang bersifat beyond compliance, peningkatan kinerja dalam penerapan sistem manajemen lingkungan, program efisiensi energi, efisiensi air, pengurangan pencemaran udara, pengurangan limbah B3 dan Non B3, keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi Iskandar, menjalankan roda bisnis, Bio Farma telah mengedepankan keselarasan dalam pengembangan usaha dengan lingkungan dan masyarakat. Beragam program kepedulian lingkungan antara lain dengan pelestarian penyu di Pangumbahan Ujung Genteng Sukabumi serta pelestarian mangrove di Pantura Jabar, selain itu perusahaan juga turut mendukung program pelestarian lingkungan di Kota Bandung.

Sedangkan program pemberdayaan masyarakat diwujudkan dalam bentuk pengembangan budidaya ikan koi, domba garut, dan sapi rancah.

 

DERETAN PRESTASI

Sepanjang tahun 2014 ini, Bio Farma mampu menorehkan banyak prestasi yang menjadi bukti kerja keras jajaran direksi dan karyawan.

Pada akhir Maret 2014, Bio Farma mendapatkan penghargaan Global Green Award dari Lembaga International di Jerman sebagai inovasi Bio Farma mendapatkan apresiasi dunia internasional.

Komitmen efisiensi energi dijalankan secara konsisten oleh Bio Farna, bukan hanya terpaku pada aktivias produksi saja, tetapi pada aktivitas operasional yang dimulai dengan desain perkantoran hemat energi, sistem tata udara dan sterilisasi area produksi dan ruangan penyimpanan yang tidak boleh terputus selama 24 jam.

Penghargaan ini buah dari implementasi CSR Bio Farma yang mengacu kepada ISO : 26000 : 2010 yang merupakan konsep world class CSR, Green Industry dan Sustainability.

Dalam urusan bisnis, prestasi Bio Farma ditorehkan antara lain dengan Penghargaan Outstanding Winner For Five Times Achievements of Primaniyarta dan Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan. Bio Farma mendapatkan penghargaan Primaniyarta lima kali berturut – turut (2010 – 2015) serta pengehargaan kategori Pelopor Pasar Baru.

Dua penghargaan bergengsi ini diserahkan oleh Menteri Perdagangan M. Lutfi, disaksikan oleh Presiden Joko Widodo kepada  Direktur Utama Bio Farma Iskandar di Jakarta, 8 Oktober 2014.

Menjelang akhir tahun, tepatnya 12 Desember 2014, Bio Farma meraih peringkat ke-1 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dari Komisi Informasi Pusat, yang diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Direktur SDM Bio Farma Andjang Kusumah di Istana Wapres.

Penghargaan itu menambah deretan award Bio Farma sepanjang Desember 2014, antara lain Proper Emas, Best CEO, Best BUMN serta penerapan Sustainability Report atau laporan keberlanjutan dengan menerapkan GRI (Global Reporting Initiative)- G4 dari NCSR (National Center for Sustainability Report).

Head of Department Corporate Communications Bio Farma N. Nurlaela mengemukakan perseroan memiliki perangkat dan mekanisme KIP yang lengkap yang diperbaharui setiap tahun.

“Kami telah menyusun klasifikasi informasi publik yang terdiri dari informasi berkala, informasi serta merta, dan informasi yang wajib disediakan, selain itu juga menyediakan akses informasi publik, khususnya melalui website www.biofarma.co.id yang sudah seperti layaknya aktivitas media cetak, dengan rutin menerbitkan berita-berita terbaru aktivitas dan kinerja perusahaan yang diintegrasikan dengan media sosial”. (SPA)

Sementara itu, bagi peringkat Merah akan mendapat ganjaran citra buruk dari masyarakat dan bank. Perusahaan Merah itu akan dibina. Jika menolak bisa masuk peringkat Hitam.

Apps Bisnis.com available on: