Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 17 Agustus 2018

Operator Telekomunikasi Harus Alokasikan Pendapatannya Untuk R&D Dan SDM

Ria Indhryani Rabu, 05/11/2014 15:11 WIB
Operator Telekomunikasi Harus Alokasikan Pendapatannya untuk R&D dan SDM
Ilustrasi
Jibiphoto

Bisnis.com, BANDUNG—Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga berencana mengeluarkan peraturan menteri yang baru untuk mengatur alokasi gros revenue atau pendapatan kotor para pelaku industri telekomunikasi di Indonesia.

Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kalamullah Ramli mengungkapkan sebelumnya peraturan tersebut sudah tertera dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7/2009 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika.

“Peraturan pemerintahannya sudah ada, tetapi pelaksanaannya belum karena memang belum ada Peraturan Menteri yang dikeluarkan. Kami menargetkan akhir tahun ini Permen tersebut sudah selesai sehingga para pelaku industri TIK dapat berkontribusi lebih di dalam negerinya,” ujarnya.

Para pelaku industri TIK seperti operator telekomunikasi rencananya harus mengalokasikan sekitar 1% dari pendapatan kotornya atau sekitar Rp1,5 T untuk research and development (R&D) dan 1% dengan nilai yang sama untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

menurutnya, banyak yang dapat dilakukan dari alokasi dana tersebut seperti pengembangan pusat inkubasi konten dan aplikasi agar para pelaku industri kreatif digital di Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam menghadapi perkembangan yang ada.

“Ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing Indonesia secara global dengan penelitian dan juga peningkatan kualitas SDM,” katanya.