Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 20 Oktober 2018

Retno Marsudi, Menlu Perempuan Pertama Indonesia

Newswire Minggu, 26/10/2014 18:27 WIB
Retno Marsudi, Menlu Perempuan Pertama Indonesia
Retno Marsudi
Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia untuk pertama kali dalam sejarah memiliki seorang menteri luar negeri perempuan setelah Presiden Joko Widodo, Minggu petang, menetapkan Retno Marsudi, 51, untuk mengisi posisi tersebut.

"Menteri Luar Negeri... Ibu Retno Priansari Marsudi... menteri luar negeri perempuan pertama dalam sejarah kita," kata presiden di Istana Merdeka, Jakarta, ketika mengumumkan nama-nama menteri yang masuk ke dalam jajaran Kabinet Kerja yang dipimpinnya. 

Retno, yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, diperkenalkan oleh Presiden Jokowi sebagai diplomat karir dan sosok pekerja keras, tegas dan visioner.

Dengan demikian, Retno akan menjalankan tugas-tugas urusan luar negeri Indonesia, yang sebelumnya diemban Marty Natalegawa pada masa kepemimpinan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Dalam sejarah pemerintahan nasional Indonesia, Retno merupakan menteri luar negeri ke-18, setelah Marty Natalegawa, Hassan Wirajuda, Alwi Shihab, Ali Alatas, Mochtar Kusumaatmadja, Soebandrio, Roeslan Abdulgani, Ide Anak Agung Gde Agung, Sunarjo, Moekarto Notowidigdo, Wilopo, Moh. Roem, Mohammad Hatta, Alexander Andries Maramis, Haji Agus Salim, Sutan Syahrir dan Achmad Soebardjo. 

Sebelum dipilih sebagai menteri luar negeri Kabinet Kerja, Retno merupakan duta besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, berkedudukan di Den Haag. 

Bernama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi, perempuan kelahiran Semarang pada 27 November 1962 itu merupakan orang dalam Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) dan merupakan salah satu diplomat paling bersinar di kementerian tersebut. 

Retno sudah ditempatkan sebagai duta besar Indonesia di Oslo, Norwegia, saat ia berusia 42 tahun --usia yang relatif muda untuk menduduki jabatan tersebut. 

Belum habis masa tugasnya di Oslo, diplomat karir itu sudah diminta kembali ke Jakarta untuk mengisi posisi sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa dan menjadi perempuan pertama dalam sejarah Kemenlu yang menduduki jabatan tinggi tersebut.

Sebagai Dirjen, Retno bertanggung jawab mengawasi hubungan dan kerja sama Indonesia dengan 82 negara di Amerika dan Eropa. 

Sebelum menjadi Dirjen Amerika dan Eropa, ia merupakan duta besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia 2005-2008. 

Pada masa penugasan itu, Dubes Retno mendapat penghargaan berupa Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011, membuatnya sebagai orang Indonesia pertama yang menerima tanda jasa tersebut. 

Retno juga telah memimpin berbagai putaran perundingan dan konsultasi bilateral antara Indonesia dan mitra-mitranya, termasuk Uni Eropa, serta dalam pertemuan antarkawasan seperti Asia-Europe Meeting (ASEM) dan Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC). 

Karir diplomatiknya di Kemenlu juga mencakup jabatan sebagai Direktur Eropa Barat, Direktur Kerja Sama Antarkawasan Amerika dan Eropa. 

Sejak bergabung dengan kementerian luar negeri pada 1986 --setelah lulus dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, setahun sebelumnya, Retno juga telah menjalankan jabatan sebagai Deputi Direktur Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Kepala Bagian Ekonomi di KBRI Den Haag, serta pejabat urusan media di Kedubes RI di Canberra. 

Penyuka jogging, berenang, dansa dan memasak tersebut merupakan isteri Agus Marsudi, arsitek lulusan Universitas Gadjah Mada dan Universitas Delft, Belanda. 

Pasangan diplomat-arsitek itu dikarunai dua putera, Dyota Marsudi (lulusan Akuntansi Universitas Indonesia) dan Bagas Marsudi (mahasiswa kedokteran Universitas Gadjah Mada).