Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 20 November 2018

STP Bandung: Lembaga Pendidikan Pariwisata Harus Berlomba Cetak SDM Tersertifikasi

Ria Rabu, 18/12/2013 18:43 WIB

Bisnis-jabar.com, BANDUNG--Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menilai pemerintah harus terus menggenjot lembaga pendidikan pariwisata yang ada di Indonesia agar dapat menerapkan standadisasi kompetensi bertarap internasional atau setidaknya ASEAN agar dapat bersaing.

Deputy Director for Partnership and Quality Assurance STP Bandung Anang Sutono mengungkapkan untuk dapat bersaing setidaknya menghadapi AEC beberapa tahun nanti, lembaga pendidikan pariwisata wajib menggunakan kerangka kompetensi berdasarkan The Asean Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP).

"Kerangka kompetensi ACCSTP merupakan kurikulum yang memang disepakati bersama sehingga lulusan yang dihasilkan nanti dapat bersaing dengan standard yang tinggi," katanya, Rabu (18/12/13).

Menurutnya, berdasarkan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari), hingga saat ini terdapat sekitar 98 lembaga pendidikan tinggi pariwisata.

Sayangnya dari semua lembaga pendidikan tinggi pariwisata di Indonesia tersebut, yang menerapkan kerangka ACCSTP baru hanya beberapa dan salah satunya yaitu STP Bandung sendiri dan juga STP Bali.

Dia mengatakan tidak hanya menerapkan baseline kompetensi sesuai ACCSTP, STP Bandung juga memiliki lembaga sertifikasi profesi (LSP) 1st party yang mana setiap lulusannya akan dibekali oleh sertifikasi sesuai prodi masing-masing dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Manfaat dari sertifikasi ini sangat luar biasa, karena industri akan mengerti perkembangan komepetensi setiap orang yang akan mereka rekrut dengan tingkatan pendidikan masing-masing."

Anang mengungkapkan jika sertifikasi SDM di bidang industri ini tidak di dorong, maka para SDM lokal dapat kalah bersaing dari segi mutu karena di berbagai negara lain pun para sdm di berbagai bidang sudah dipersiapkan untuk bersaing.

Sementara itu, STP Bandung sendiri rata-rata mencetak lulusan sekitar 500 orang dan berdasarkan studi pelacakan alumni tahun 2010, 37.5 % diantaranya diserap industri pariwisata asing.

Dia memprediksi penetrasi SDM pariwisata yang bekerja di luar negeri ini akan terus meningkat dengan pertimbangan karir yang lebih menjanjikan. Sementara itu, kebutuhan di dalam negeri sendiri juga terus meningkat atas SDM pariwisata yang handal dan berkualitas.

"STP Bandung sendiri terbatas dalam mencetak lulusan pariwisata, sehingga kebutuhan yang belum terpenuhi atas SDM handal ini masih sangat amat besar. Jika tidak ingin diserang SDM asing, maka lembaga pendidikan pariwisata lainnya harus berlomba mencetak SDM handal lainnya," ujarnya. (k31)