Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Kebutuhan Minyak 2014 Naik 8%

Ajijah Selasa, 03/12/2013 15:37 WIB

Bisnis-jabar.com, SURABAYA -  Kebutuhan minyak dalam negeri pada 2014 diprediksi naik 8% seiring dengan target pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan saat ini kebutuhan migas mencapai 1,5 juta barrel per hari, tetapi produksi minyak mentah dalam negeri tidak dapat mencapai target sehingga terpaksa melakukan importasi minyak dari berbagai negara.

"Produksi Indonesia hanya 825.000 barrel per hari, dari sekian itu yang bisa diolah hanya 650.000 barrel lalu sisanya diekspor karena memang tidak bisa diolah di sini," ujarnya dalam diskusi percepatan produksi migas di Surabaya, Senin (2/12/2013).

Dia menjelaskan selama ini Pertamina membeli minyak untuk BBM 350.000 barrel per hari atau sekitar US$35 juta seperti dari Singapura dan Malaysia.

"Kita tidak mungkin mengurangi defisit dari migas, sementara produksi dari kilang sendiri sampai sekarang masih terkendala banyak macam perizinan," katanya.

Salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak, kata Susilo, Indonesia perlu mengimplementasikan penggunaan campuran biodisel atau bahan bakar nabati (BBN).

Eddy Fritz Dominggus, General Manager JOB Pertamina Petrochina East Java (PPEJ), mengatakan pihaknya pesimis mencapai target produksi minyak 850.000 barrel per hari secara nasional lantaran JOB PPEJ hanya mampu memproduksi 32.000 barrel.

“Sementara target Pertamina 40.000 barrel per hari. Untuk bisa mecapai itu, kami perlu melakukan pengeboran sumur, terutama yang sangat berpotensi di wilayah Bojonegero,” katanya.

Dia menjelaskan di wilayah tersebut ada 10 titik pengeboran, tetapi hanya 2 sumur yang bisa dikerjakan dengan hasil minyak 1.000-1.500 barrel, dan pada sumur ke 3 tengah dalam pengerjaan.

“Sedangkan 7 sumur lainnya bukan berarti mati, tapi terhambat perizinan, pembebasan tanah dan masalah sosial,” katanya.

Selain Pertamina, Mobil Cepu Limited (MCL) yang menguasai blok Banyurip, Bojonegoro Jawa Timur juga hanya mampu memproduksi sekitar 60.000 barrel per hari, dan masih jauh dari target 165.000 barrel per hari. (jibi/ija)

Apps Bisnis.com available on: