Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Perekonomian Daerah Masih Hadapi Masalah Permodalan

Gifar Kamis, 30/05/2013 11:34 WIB

BANDUNG (bisnis-jabar.com)--Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani menilai perekonomian daerah masih terkendala pada persoalan-persoalan klasik, seperti persoalan usaha kecil menengah (UKM) yang tersendat dalam masalah permodalan.

"Akses yang terbatas terhadap bank, serta administrasi yang rumit dalam mengembangkan usaha sering kali menjadi kendala untuk mengembangkan usaha," katanya dalam Rapat Kordinasi Nasional Bidang Perbankan dan Finansial Kadin Indonesia di Bandung, Kamis (30/5).

Dia melanjutkan UKM dihadapkan pada sulitnya perizinan untuk menjalankan usaha dengan tidak sedikitnya prosedur yang harus diikuti dengan biaya yang tidak murah dan jangka waktu yang lama.

"Belum lagi persaingan usaha dengan korporasi besar dan akses teknologi untuk mengembangkan usaha," ujarnya.

Sudah saatnya pemerintah, tuturnya, lebih mengedepankan alokasi anggaran untuk penyediaan infrastruktur dasar, guna memperkuat daya saing daerah dan basis-basis pertumbuhan domestik, serta menggali potensi keunikan daerah sebagai keunggulan komparatif.

"Itu memerlukan dukungan pembiayaan dari lembaga perbankan dan finansial. Bila upaya daerah ini berjalan baik, diharapkan bisa menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang dengan penghasilkan menengah," ungkapnya.

Menurut dia, selain peran perbankan di daerah yang bisa melakukan pemberian modal terhadap usaha berbasis rakyat, saat ini diperlukan pula diversivikasi dan penguatan lembaga keuangan non-bank untuk ikut menopang potensi domestik. (k4/ija)

Apps Bisnis.com available on: