Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 25 Juni 2017

Jepang Tawarkan Paket Tol Dan Kereta Cepat Ke Cilamaya

Wisnu Rabu, 23/05/2012 10:01 WIB
Jepang tawarkan paket tol dan kereta cepat ke Cilamaya
(reuters)

(reuters)BANDUNG: Pembangunan pelabuhan Cilamaya, Karawang akan dilengkapi akses tol dan jalur kereta. Pelabuhan ini difungsikan untuk mengurangi beban Tanjung Priok yang sudah over capacity.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dicky Saromi, proyek Cilamaya pasti akan berjalan karena sudah masuk Peraturan Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari rencana pengembangan pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini menurutnya studi Cilamaya sedang difinalkan pihak pemerintah dan JICA.

“Tanjung Priok sudah tidak bisa bertahan  dari sisi kapasitas. Cilamaya akan diperuntukan bukan hanya untuk limpahan dari Priok, tapi memiliki akses sendiri ke pengembangan Karawang Selatan,” paparnya. Meski Jepang menawarkan akses tol, menurut Dicky, pihak daerah bersikeras meminta agar lahan untuk jalan tersebut tidak melakukan alih fungsi lahan sawah.

“Yang tengah kita pikirkan bersama JICA sekarang adalah bagaimana pembangunan tol ini tidak membuat jalan yang sebidang. “Kalau sebidang bisa memunculkan alih lahan, sementara kita butuh lahan sawah,” katanya. Satu-satunya kemungkinan yang akan diambil adalah membangun jalan layang di atas lahan untuk galangan sawah.

Studi yang saat ini tengah berjalan adalah melihat dari sisi tofografi dan ketersediaan lahan. Jalan layang ini rencananya akan dibuat sepanjang 30 kilometer dari pinggir laut Cilamaya ke tol menuju Jakarta. Meski terbilang mahal, pembangunan layang menurutnya jauh lebih aman bagi lahan pertanian di sana. “Nanti pintu masuk tolnya itu dari Karawang Timur,” katanya.

Selain jalan layang, akses yang kemungkinan akan dibukanya jalur kereta api. Menurut Dicky, pihak JICA saat ini tengah memfinalkan apakah jalur tersebut akan digunakan untuk kereta api super cepat atau kereta kargo.

“Yang jelas, jalur kereta dari arah utara sudah ada. Ke Karawang sendiri sudah ada jalur yang bisa di-reaktifasi,” katanya.

Pembangunan pelabuhan Cilamaya sendiri membutuhkan lahan seluas 250 hektare baik untuk lahan di darat maupun laut. Cilamaya akan dibangun oleh dana APBN. Pemerintah provinsi Jabar sendiri akan diminta bantuan untuk mengatasi persoalan perijinan dan ketersedian lahan. Cilamaya ditargetkan beroperasi pada 2017, dimana pembangunannya akan dimulai pada 2014. (ajz)

Apps Bisnis.com available on: