Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 25 Juni 2018

PERTANIAN JABAR: Petani Tasik Khawatirkan Tren Penurunan Harga Gabah

Anep Selasa, 28/02/2012 20:17 WIB
PERTANIAN JABAR: Petani Tasik khawatirkan tren penurunan harga gabah
(jibiphoto)

(jibiphoto)TASIKMALAYA (bisnis-jabar.com): Dalam sepekan terakhir, harga gabah kering pungut di Tasikmalaya anjlok dari Rp4.200 per kilogram menjadi Rp3.600 per kilogram. Harga diperkirakan akan terus turun hingga panen raya pada Maret 2012.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tasikmalaya Sambas Abdul Farid, Selasa (28/2) menilai, harga tersebut masiih dalam tahap harga wajar sesuai dengan biaya tanam, dan benih. Namun bila terus menurun hingga Rp3.600 per kilogram, petani dapat dipastikan mengalami kerugian.

“Petani mulai khawatir dengan penurunan harga itu. Kami berharap pemerintah agar aktif dalam menjaga kestabilan harga sehingga layak bagi petani,” katanya.

Dein, petani asal Kampung Sukahaji, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, dari pengalaman sebelumnya, saat panen raya, harga gabah kering biasanya akan anjlok hingga Rp3.200 per kilogram.

"Baru akan masuk panen raya saja harga sudah menurun Rp600 per kilogram dalam seminggu. Apa jadinya bila nanti sudah masuk musim panen raya,” katanya.

Kepala Seksi Produksi Padi pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya Yayan Hendrayani mengatakan sebanyak 118.658 hektare sawah berpotensi menghasilkan 6,6 ton per hektare selama tiga kali musim tanam selama tahun 2012.

Artinya, dalam setahun Tasikmalaya akan mendapatkan hasil panen sebanyak 771.945 ton.

“Prediksi ini lebih tinggi ketimbang target Jawa Barat yang menghasilkan 6,3 ton-6,4 ton per hektare. Kami harap para petani turut memperhatikan perubahan iklim dan serangan hama yang sewaktu-waktu bisa merusak panen,” katanya.(yri)