Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 25 Juni 2018

CUKAI TEMBAKAU: Dana Bagi Hasilnya Agar Proporsional

Dindawulan Sabtu, 25/02/2012 17:52 WIB
CUKAI TEMBAKAU: Dana bagi hasilnya agar proporsional
(jibiphoto)

(bisnis-jabar.com)BANDUNG (bisnis-jabar.com): Petani tembakau Jawa Barat meminta pemerintah dapat membagi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) secara proposional karena selama ini alokasi untuk petani tembakau masih minim.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryanara mengatakan selama ini petani belum merasakan manfaat DBHCT.

“Belum ada subsidi pupuk, bahan baku, atau obat-obatan untuk petani tembakau. Karena, alokasi dari DBHCT untuk dinas teknis yang membidangi perkebunan relatif kecil,” katanya kepada Bisnis hari ini.

Dia mengemukakan jika pemerintah berpihak kepada petani tembakau dalam pengelolaan DBHCT itu, maka dapat mendorong ekspor tembakau dari Jabar ke negara-negara Asia.

Menurutnya, Jabar memiliki komoditas tembakau hitam yang prospektif.  Permintaan pasar ekspor untuk tembakau hitam bisa mencapai 240 ton per bulan. Namun, petani tembakau hanya mampu memenuhi sekitar 20 ton per bulan.

“Selain terkendala pengembangan lahan, kami tidak bisa memenuhi permintaan ekspor karena alat pengolahan. Pemerintah seharusnya bisa membantu permodalan atau alat pengolahan itu untuk petani melalui alokasi DBHCT,” katanya.

Jawa Barat menerima Rp20,8 miliar DBHCT dari total penerimaan cukai tembakau Rp69,5 miliar pada 2010. Jumlah tersebut meningkat jadi Rp32,5 miliar dari penerimaan cukai tembakau Rp105,8 miliar di provinsi itu.

Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Jabar IV Iwa Kartiwa menerangkan DBHCT Jabar menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dan Kabupaten yang mendapat alokasi paling besar dari dana tersebut adalah Kabupaten Bekasi sebesar Rp11,9 miliar.

Menurutnya, pemerintah sudah mendorong dan melaksanakan kegiataan penggunaaan DBHCT sesuai dengan prioritas dan karakteristik provinsi Jabar.

“Jabar punya kewenangan mengalokasikan dana itu untuk peningkatan industri dan pemasaran hasil tembakau, alokasi untuk peningkatan dan pemasaran bahan, serta alokasi untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” paparnya.(yri)