Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 12 Desember 2018

STOK BERAS: Panen Februari Di Jabar Untuk Memenuhi Pasar

ANTARA Senin, 20/02/2012 17:40 WIB
STOK BERAS: Panen Februari di Jabar untuk memenuhi pasar
antara

BANDUNG: Bulog Jawa Barat belum melakukan penyerapan beras pada panen Februari 2012 untuk memberi kesempatan pemenuhan stok di pasar-pasar tradisional di provinsi ini.

"Februari 2012 sudah ada panen di Karawang dan Majalengka, namun untuk mengisi stok beras di pasar-pasar tradisional, penyerapan beras Bulog Jabar akan dimaksimalkan pada panen raya mulai Maret 2012," kata Kepala Divre Bulog Jawa Barat Usep Karyana di Bandung, Senin.

Meski demikian, angka penyerapan Februari tetap dilakukan di beberapa daerah namun fokus tetap pada panen raya. Stok beras di Bulog Jabar saat ini menurut Usep masih aman yakni cukup untuk tiga bulan ke depan dengan volume 129.000 ton yang tersebar di gudang-gudang sub divre di daerah.

Pemantauan panen terus dilakukan, termasuk memantau distribusi beras hasil panen pada Februari yang semuanya diserap pasar.

"Maret 2012 sudah mulai panen raya, mungkin hingga April. Kami optimis bisa melakukan penyerapan optimal di atas 200.000 ton," kata Usep.

Pembelian oleh Bulog dilakukan menggunakan harga pembelian seperti tahun lalu yakni sekitar Rp6.000 per kilogram. Koordinasi dilakukan optimal dengan mitra-mitra Bulog di sentra padi di Jabar.

Dari sisi dana pembelian beras Bulog, disiapkan tak terbatas dan siap menampung berapapun pasokan yang masuk dengan kualitas beras yang sudah ditentukan. Panen Raya 2012 dipastikan akan menekan harga beras dari posisi saat ini, sehingga Bulog bisa melakukan penyerapan lebih optimal.

"Kami akan optimalkan penyerapan pada musim panen raya nanti, stok pasar juga dipastikan melimpah sehingga harga beras bisa kembali normal, meski tidak akan kembali ke harga dua tahun lalu," kata Usep.

Siklus panen raya juga menurut Usep diharapkan dimanfaatkan oleh para pedagang beras untuk melakukan stabilisasi harga beras sehingga bisa menekan angka inflasi. Bulog Jabar akan terus memback up dengan melakukan operasi pasar di beberapa kota yang rawan gejolak harga beras.

Hingga bulan kedua tahun 2012, Bulog Jabar telah menyalurkan sebanyak 4.000 ton beras untuk operasi pasar di beberapa daerah seperti di Kota Bandung, Cirebon serta di daerah lainnya.

Terkait target penyerapan 2012, menurut Usep pihaknya menargetkan sekitar 650.000 ton, atau merupakan target terbesar di Bulog Jabar dengan pencapaian target tertinggi pada 2010 yakni sebesar 600.000 ton. Pada 2011, penyerapan Bulog Jabar turun drastis di bawah target, atau hanya mencapai 55%.

"Penyerapan 2011 tersendat karena tingginya harga beras di pasaran, meski Bulog sudah menaikan harga pembelian menjadi Rp6.000 per kilogram," katanya.(yri)