Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 18 Desember 2018

Harga Beras Di Indramayu Tinggi

ANTARA Sabtu, 04/02/2012 11:25 WIB
Harga beras di Indramayu tinggi
antara

antaraCIREBON: Harga Berbagai jenis beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dalam sepekan terakhir bertahan tinggi, disebabkan pasokan gabah semakin sulit karena petani baru memasuki musim tanam.

Kenaikan harga beras dipicu akibat dampak musim kemarau berkepanjangan sehingga lahan pertanian di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Cirebon, Majalengka, gagal panen sehingga pasokan gabah kering dari petani terhambat.

Nurlatifah salah seorang pemasok beras di Terisi Kabupaten Indramayu bagian barat kepada wartawan di Indramayu, Sabtu mengatakan, harga beras sepekan terakhir bertahan diharga tinggi akibat pasokan beras dari sejumlah pemasok beras belum maksimal karena mereka kesulitan mendapatkan gabah kering.

Ia menjelaskan, beras kualitas sedang masih tetap dijual kurang dari Rp210.000 per karung ukuran 25 kilogram, setelah naik pada awal bulan kemarin, sebelumnya hanya kurang dari Rp209.000 per karungnya, permintaan beras dari konsumen tetap tinggi.

Ia menambahkan, harga beras kualitas tinggi pekan ini dijual kurang dari Rp220.000 per karung, masih tetap bertahan permintaan beras kualitas tinggi menurun jika dibandingkan kualitas biasa diperkirakan harganya semakin mahal.

Sementara itu Casmadi pedagang lain di pasar Haurgeulisu mengaku, harga beras sepekan terakhir bertahan diharga tinggi karena pasokan beras dari sejumlah pemasok beras masih belum normal diperkirakan musim tana kesulitan mendapatkan gabah.

Ia menambahkan, kemarau berkepanjangan sejumlah petani didaerah pantura seperti Indramayu, Cirebon, terlambat tanam sehingga produksi gabah kering di Pantura terhambat, dipekirakan setelah petani panen harga akan kembali normal.

Ia menuturkan, minat tanam padi petani di Pantura Indramayu, Cirebon, Majalengka masih tetap tinggi namun mereka terkendala seperti kesulitan pasokan air musim kemarau, sedangkan musim hujan lahan mereka gagal panen akibat terendam banjir.

Munari salah seorang petani asal Eretan Indramayu mengaku, minat tanam padi di Pantura Indramayu masih tinggi karena petani terbiasa tanam padi juga mudah menjual hasil panen mereka, selain itu harga gabah sudah ditentukan pemerintah.(yri)