Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 18 Desember 2017

10 Kesalahpahaman Tentang Korea Selatan

Andari Rabu, 01/02/2012 08:56 WIB
10 Kesalahpahaman tentang Korea Selatan
reuters

Saat ini demam K-Pop tengah melanda jutaan remaja di seluruh dunia. Melalui industri budaya populernya, Korea Selatan tengah membuat jutaan orang penasaran akan budaya mereka. Berikut kami berikan 10 kesalahpahaman orang tentang Korea Selatan.

1. Korea Selatan = Amerika Serikat

Ada asumsi yang mengatakan bahwa Korea Selatan sangat berterima kasih kepada Amerika Serikat atas bantuannya selama Perang Korea melawan Korea Utara. Namun asumsi ini tak sepenuhnya benar, karena banyak warga Korea menganggap Perang Korea sesungguhnya adalah perang antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, dengan Korea Selatan dan Korea Utara sebagai pion-pion catur mereka. Setelah perang, malah makin banyak masalah.

2. Korea Selatan penuh polusi

Tahun-tahun setelah Perang Korea, pemandangan negara ini mungkin memang tak terlalu baik. Namun saat ini, Korea Selatan memiliki PDB tertinggi, di peringkat 15 dari seluruh negara di dunia. Ini membantu mereka memperbaiki kualitas hidup, menghidupi kota-kota dan sekaligus membangun kembali keindahan desa-desa dan pegunungan.

3. Korea Selatan Padat Penduduk

Salah satu kota terbesar di Asia, Seoul sebagai ibukota negara mungkin memang sangat padat. Kepadatan di kereta bawah tanah dan kemacetan lalu lintas mungkin pemandangan biasa di Seoul, namun Seoul hanyalah sebagian kecil dari wilayah Korea Selatan. Wilayah-wilayah lain seperti Pulau Jeju dan Provinsi Gangwon memiliki pemandangan menakjubkan, dengan penduduk yang masih sedikit.

4. Korea Selatan takut kepada Korea Utara

Kematian Kim Jong Il memang telah menimbulkan ketegangan di antara kedua negara. Namun hal itu ternyata tidak sampai menimbulkan kepanikan berlebih di kalangan rakyat Korsel. Meski terus menerus mengancam, faktanya selama 50 tahun, Korut tidak pernah memberikan tekanan berarti terhadap Korsel. Padahal secara teknis, kedua negara masih dalam keadaan perang. Belum ada perjanjian penghentian perang, yang ada hanyalah gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran sementara.

5. Mayoritas Penduduk Korsel Memeluk Agama Buddha

Angka statistik menjawab asumsi ini. Hanya 22% penduduk Korsel yang memeluk agama Buddha, sedangkan 29% beragama Kristen. Sebanyak 46% penduduk Korsel Atheis dan 3% sisanya memeluk agama-agama lain. Sejarah awal Korsel memang banyak dipengaruhi ajarah Buddha namun hingga kini popularitasnya terus berkurang seiring dengan modernitas dan kecanggihan teknologi.

6. Mayoritas Penduduk Korsel Kurus

Dulu asumsi ini mungkin benar, tapi sekarang tidak lagi. Sejak daya beli meningkat di tahun 1970-an, warga Korsel mulai menggemari berbagai makanan cepat saji dan pizza. Sejak itu, ukuran lingkar pinggang orang-orang Korsel pun terus bertambah. Meski begitu, Korea dan Jepang tetap memegang rekor sebagai orang terkurus di dunia per kapita.

7. Perempuan Korea Selatan Lemah dan Penurut

Memang benar, Korea Selatan adalah masyarakat yang hidup dalam budaya patriarki, namun perempuannya tak selemah yang Anda bayangkan. Meski suami yang mencari nafkah dan membawa pulang uang, yang mengontrol pengeluaran tetaplah sang istri. Bahkan istri selalu memutuskan hampir semua keputusan dalam rumah tangga.

8. Penduduk Korsel Rajin

Korea Selatan berada di peringkat 7 pada indeks pendidikan PBB. Mereka sangat memperhatikan pendidikan, bahkan anak-anak belajar selama 13 jam dalam sehari. Kenyataannya, siswa yang belajar lebih lama adalah mereka yang berasal dari keluarga yang mampu memberikan anak-anaknya les tambahan serta pendidikan swasta berkualitas.  Namun belakangan siswa-siswa Korsel sering memberontak terhadap sistem pendidikan dan segera bekerja setelah lulus sekolah menengah.

9. Korea Selatan didominasi Cina dan Jepang

Korea Selatan memang berada dalam posisi yang sulit, di antara pusat kekuatan militer Cina dan Jepang. Namun Korea Selatan sebenarnya telah memiliki sikap tegas sejak Dinasti Joseon. Dinasti besar ini pada akhirnya harus kalah juga dari serangan Jepang, yang telah memperoleh persenjataan modern nan lengkap dari Barat. Namun saat ini, Korsel tengah berusaha melestarikan berbagai warisan budaya mereka sendiri. (ajz)

10. Korea Selatan, Irlandia-nya Asia

Ketika mendengar tentang Irlandia, maka Anda akan teringat tentang alkoholisme, temperamen, dan negara tetangga yang telah merampok mereka berkali-kali. Seperti Irlandia kepada Inggris, demikianlah sikap Korea terhadap Jepang. Meski begitu, asumsi ini diduga hanya akibat kurangnya generalisasi fakta dan intoleransi budaya.

Apps Bisnis.com available on: