Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

Ayo, Imunisasi Teratur Untuk Cegah Difteri

ANTARA Jum'at, 14/10/2011 17:33 WIB
Ayo, imunisasi teratur untuk cegah Difteri
Imunisasi (reuters)

Imunisasi (reuters)BANDUNG (bisnis-jabar.com): Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengajak masyarakat setempat mengimunisasi balitanya secara teratur dan berkala untuk mengantisipasi penyebaran penyakit difteri sehingga tidak menjadi kejadian luar biasa seperti di Jawa Timur.

"Kami mengajak semua orang untuk sadar melakukan imunisasi kepada balita untuk mengantisipasi difteri," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Alma Lucytai ketika dihubungi melalui telepon, Jumat.

Dia mengatakan imunisasi massal di Provinsi Jawa Barat sudah dilakukan serentak melalui Posyandu dan Puskemas setiap bulan.

"Imunisasi massal itu sudah dilakukan setiap bulan di tingkat Posyandu dan Puskesmas," ujar Alma.

Menurut dia, wabah difteri bisa cepat menyebar jika ada satu titik atau kawasan di sebuah wilayah yang tidak melakukan imunisasi secara teratur dan berkala.

"Iu sumber kantong. Kalau ada satu yang tidak diimunisasi dalam sebuah wilayah, imunitas atau kekebalan tidak terjadi. Apalagi di Jabar jumlah penduduknya sudah berlebih," kata Alma.

Dia mengatakan penularan penyakit difteri bisa melalui udara dan melalui ludah.

Ketika ditanyakan apakah kasus difteri pernah terjadi di Provinsi Jawa Barat, Alma menyatakan, pernah ada namun tidak tahu data pastinya.

"Difteri di Jabar sudah ada, kalau tidak salah ada satu dua kasus. Sebenarnya ini tidak boleh terjadi, tapi tidak sebanyak di Jatim," katanya.

Dia menuturkan, semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi secara berkala mulai dari usia balita hingga memasuki sekolah dasar (SD), penyakit difteri akan semakin mudah dicegah.

Berdasarkan Data Penyehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Jabar dalam situs diskes1.jabarprov.go.id, sebaran kasus difteri di kabupaten/kota di Jabar ialah Kabupaten Cianjur 6 kasus, Kabupaten Bandung, Karawang, dan Kota Bandung masing-masing dua kasus.

Kemudian satu kasus masing-masing di Majalengka, Purwakarta, Kota Bekasi, dan Kota Tasikmalaya.

Penemuan kasus Difteri di Jawa Barat sejak 2009 cenderung menurun. Pada 2009 ada 28 kasus, 2010 sebanyak 27 kasus dan sampai Juni 2011 sebanyak 16 kasus. (fsi)

Apps Bisnis.com available on: