Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 21 Agustus 2017

Pemkot Bekasi Telusuri Hilangnya 6 Sertifikat Aset

ANTARA Senin, 19/09/2011 11:53 WIB
Pemkot Bekasi telusuri hilangnya 6 sertifikat aset

BEKASI (bisnis-jabar.com): Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat terus melakukan penelusuran terhadap enam sertifikat tanah dan bangunan milik Pemda yang hilang.

Kepala Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bekasi, Lindon, di Bekasi, Senin mengatakan, keenam sertifkat tanah dan bangunan tersebut tidak ditemukan di bagian arsip daerah saat dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Pemkot Bekasi tahun 2010.

"Mungkin bisa saja tidak hilang, tapi terselip dan saat ini sedang kami cari, termasuk berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi," kata Lindon.

Ia mengatakan bahwa keenam sertifikat bangunan dan tanah tersebut seluas 40.753 meter persegi senilai Rp8,565 miliar.

Rinciannya, terdiri atas Rumah Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Bekasi Timur, SMP Negeri 20 di Pondok Gede, TPU Pondok Melati, Kantor Kelurahan Pejuang Medan Satria, Kantor Kecamatan Jati Asih dan SMA Negeri 5 di Pondok Gede.

"Kami juga meninjau ke lokasi untuk mengecek fisik tanah dan bangunannya," ujarnya.

Menurut dia, hilangnya keenam sertifikat tanah tersebut merupakan imbas dari pemekaran daerah antara Kota dan Kabupaten Bekasi.

Dikatakannya, pada saat terjadi serah terima aset banyak data yang tidak lengkap dan sampai saat ini belum ditindaklanjuti.

Untuk itu, kata dia, Pemkot Bekasi dalam waktu dekat ini akan membentuk tim yang menelusuri keberadaan sertifikat tanah tersebut, termasuk menelusuri aset daerah lainnya.

Pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga yang memang fokus dan profesional menangani hal tersebut.

"Saat ini, kami terus intens melakukan rapat dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyusun rencana aksi. Sebab, tidak mungkin masalah ini bisa selesai dalam waktu cepat, semuanya harus dilakukan bertahap dan terencana," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Chairuman J Poetro, mengatakan temuan BPK tersebut menunjukkan administrasi pengelolaan aset daerah sangat buruk.

Dia juga menyesalkan sikap Pemkot Bekasi yang seakan menggampangkan hilangnya aset daerah dan tidak berusaha untuk menyelamatkannya.

"Temuan tentang adanya aset yang hilang sampai saat ini tidak pernah ditindaklanjuti secara serius oleh pemkot," katanya.

Apps Bisnis.com available on: