Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 18 November 2018

KRC Cianjur Jadi Tempat Peringatan Kehati

ANTARA Senin, 23/05/2011 15:27 WIB
KRC Cianjur jadi tempat peringatan Kehati

CIANJUR: Kebun Raya Cibodas Cianjur, Jawa Barat Senin, menjadi tempat peringatan hari Keanekaragaman Hayati Dunia tahun ini.

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati yang jatuh tanggal 22 Mei, merupakan komitmen dari 10 negara yang ikut serta dalam konvensi Keanekaragaman Hayati tahun 1993.

Saat itu Indonesia, merupakan salah satu dari 10 negara yang menandatangani konvensi Keanekaragaman Hayati, kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhamad Hatta di Cianjur, Senin.

Sejak itu, United Nations Environmental Programme, UNEP, organisasi dunia yang mengelola lingkungan hidup global, telah menetapkan tanggal 22 Mei sebagai hari Keanekaragamanan Hayati Dunia.

"Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan UU No 5 tahun 1994. Selanjutnya pada bulan Oktober 2010, Indonesia sebagai negara yang keanekaragaman hayati terbesar ke dua di dunia, turut aktif dalam negosiasi dan adopsi Nagoya," katanya.

Dia menjelaskan, Protokol Nagoya, berisi tentang akses pada sumber daya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan mereta yang timbul dari penggunanya atas konvensi keanekaragaman hayati.

Pada tanggal 11 mei 2011, pemerintah Indonesia telah menandatangani protokol Nagoya bersama dengan 7 negara lainnya Guatemala, India, Jepang, Norwegia, Afrika selatan, Swiss dan Tunisia.

Hatta menuturkan, untuk implementasi Protokol Nagoya, perlu didukung peraturan nasional yang komprehensif. Untuk itu, pemerintah Indonesia telah menyiapkan rancangan UU pengelolaan Sumber Daya Genetik yang diselaraskan dengan Protokol Nagoya.

Sedangkan tema peringatan tahun ini, jelas dia, lebih keanekaragaman Hayati Hutan atau Forests Biodiversity, tema tersebut, sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup yang akan di peringati 5 juni mendatang, yaitu Hutan sebagai penyangga kehidupan.

"Ini menunjukan betapa besarnya, perhatian dan kesadaran masyarakat dunia, akan pentingnya hutan. Seperti yang dicanangkan PBB sebagai tahun Hutan Internasional," ucapnya.

Dia mencontohkan, konservasi keanekaragaman hayati yang telah dilaksanakan di Taman Nasional Gede-Pangrango dan konservasi eks situ di Kebun Raya Cibodas, merupakan contoh upaya nyata Indonesia, melestarikan keanekaragaman hayati.

Pada kesempatan yang sama Kementerian Lingkungan hidup , menyebutkan akan segera meresmikan pembangunan taman Kehati yang telah di bangun di Propinsi Jabar, Jatim dan Sultra.

Hingga saat ini, ada 7 propinsi yang telah menunjukkan komitmennya dalam upaya konservasi tumbuhan lokal melalui pembangunan taman keanekaragaman hayati, yaitu propinsi Jateng, Sumbar, Yogyakarta, Lampung, Jabar, Jatim dan Sultra.