Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 12 Desember 2018

Bulog Jabar Akan Serap 600.000 Ton Beras

Yanto Rachmat Iskandar Senin, 31/01/2011 18:31 WIB
Bulog Jabar akan serap 600.000 ton beras

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Perum Bulog Divre Jawa Barat menargetkan serapan beras petani sebanyak 600.000 ton pada 2011, naik 33,3% dari serapan beras tahun 2010 sebanyak 450.000 ton.

Kepala Perum Bulog Divre Jabar Abdul Karim optimistis mampu menyerap beras petani sebanyak 600.000 ton pada tahun ini meskipun sejumlah kalangan memrediksikan produksi beras Jabar akan merosot akibat gangguan cuaca ekstrem.

Dia menilai produksi beras Jabar pada 2011 ini masih akan tumbuh sehingga mampu diserap Bulog dalam jumlah besar.

“Tentunya kami berharap pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan produksi berasnya,” katanya hari ini.

Dia mengatakan proses penyerapan beras petani oleh Bulog mengikuti pola panen yang berlangsung. Seperti masa panen raya sepanjang Februari—Juni serta masa Agustus—November.

Selain itu, katanya, Bulog juga menyerap beras dari hasil panen gadu meskipun hasilnya tidak sebanyak hasil panen raya.

Dalam melaksanakan serapan beras tersebut, Bulog Jabar menerapkan beberapa pola seperti menggandeng sejumlah mitra dan membentuk satuan tugas.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar Entang Sastraatmaja menilai upaya Bulog menyerap beras petani sebanyak 600.000 ton cukup berat karena harus bersaing dengan pembeli swasta.

Dia menuturkan para petani akan cenderung menjual berasnya kepada pihak swasta yang berani membeli di atas harga pembelian pemerintah yang berdasarkan Inpres 1/2009 sebesar Rp.5.300 per kg.

“Secara logika tentu petani akan menjual kepada pembeli yang mau membeli lebih mahal. Dalam hal ini, Bulog perlu melakukan program agar bisa mengoptimalkan serapan beras dari petani,” katanya.

Di sisi lain, upaya Bulog dalam penyerapan beras tersebut diproyeksikan terganjal akibat gangguan anomali cuaca yang menyebabkan produksi beras merosot.

Menurut dia, produksi beras yang turun akan mendorong kenaikan harga beras di tingat petani. Akibatnya, kata dia, petani tidak akan memberikan beras kepada penjual yang membeli beras dengan harga yang murah.(hh)